Zaid bin Ali

 Zaid bin Ali

Cucu dari imam Husen seorang Fukaha terkenal di Madinah dan guru dari Abu Hanifah, salah satu pemikiran zaid dalam ekonomi Islam ialah tentang Kredit dan Riba dalam transaksi jual beli, penjualan barang secara Kredit diperbolehkan dalam Islam yaitu suatu penjualan sistem kredit pembayaran (penangguhan pembayaran barang) dengan sistem harga lebih tinggi dari harga tunai hal ini dibenarkan selama transaksi ini dialandasi prinsip saling ridho. Keuntungan dalam sistem kredit bagi si pedagang murni bagian dari perniagaan, dan keuntungan yang diperoleh merupakan bentuk dari konpensasi atas kemudahan bagi seseorang dalam membeli suatu barang tanpa harus membayar secara tunai, dan disamping itu penjualan macam ini merupakan respon terhadap permintaan Pasar, yang terpenting dari permasalahan ini adalah bahwa dalam syariah, setiap baik buruknya suatu akad ditentukan oleh akad itu sendiri. Akad jual beli yang pembayaranya ditangguhkan adalah suatu akad tersendiri dan memiliki hak sendiri untuk diperikasa apakah adil atau tidak, dengan catatan lain jika ditemukan fakta bahwa dalam suatu kontrak yang terpisah harga yang dibayar tuani lebih rendah hal itu tidak mempengaruhi keabsahan akad jual beli kredit dengan pembayaran yang lebih tinggi, karena kedua akad tersebut independen dan berbeda satu dengan yang lain.

  1. Abu Hanifah

Abu Hanifah adalah seorang fukaha dan juga seorang pedangang terkenal di Kuffah yang merupakan pusat perekonomian yang sedang maju, salah satu hal yang dihadapi Abu dalam paraktek ekonomi masa itu ialah terkait dengan akad salam, akad dimana menjual barang yang akan dikirimkan kemudian sedangkan pembayaran dilakukan secara tunai pada waktu akad disepakati, namun hal ini Abu Hanifah masih meragukan keabsahan akad tersebut yang dapat mengarah terhadap perselisihan, namun beliau mencoba mengatasi hal tersebut dengan cara merinci terhadap apa yang harus diketahui dan apa yang harus dinyatakan dengan jelas didalam akad kedua belah pihak, seperti misalnya jenis komoditi, mutu dan kuantitas serta waktu tempat pengiriman, dengan syarat ia memberikan persyaratan bahwa komoditi tersebut harus tersedia di pasar selama waktu kontrak dan tanggal pengiriman sehingga kedua belah pihak mengetahui bahwa pengiriman tersebut merupakan sesuatu yang mungkin dapat dilakukan. Salah satu hal yang dilakukan oleh Abu Hanifah dalam transaksi

Sumber :

https://digitalcamera.co.id/amazon-kembangkan-kacamata-pintar/

Comments are closed.