Validitas Design Penelitian Kualitatif

Validitas Design Penelitian Kualitatif

Validitas Design Penelitian Kualitatif

Validitas Design Penelitian Kualitatif

Validitas Design Penelitian Kualitatif

Validitas desain penelitian kualitatif

Menunjukkan tingkat kejelasan fenomena hasil penelitian sesuai dengan kenyataan. Penelitian kualitatif menunjukkan sejauhmana tingkat interprestasi dan konsep-konsep yang diperoleh memiliki makna yang sesuai antara pastisipan dengan peneliti. Oleh karena itu baik peneliti maupun partisipan memiliki kesesuaian dalam mendeskripsikan dan menggambarkan peristiwa terutama dalam menarik makna dari peristiwa.

Strategi untuk Meningkatkan Validitas

Validitas penelitian terletak pada teknik pengumpilan dan analisis data yang dapat dicapai melalui kombinasi dari sepuluh strategi peningkatan validitas, yaitu :
  • Pengumpulan data yang relatif lama, sehingga memungkinkan analisis dan melengkapi data secara berangsur agar kemungkinkan ada kesesuaian antara temuan dengan kenyataan.
  • Strategi multi metode, memungkinkan melakukan paduan beberapa teknik pengumpulandata seperti wawancara, observasi, studi dokumenter dan sumber dalam pengumpulan dan analisis data (triangulasi).
  • Bahasa partisipan kata demi kata perlu mendapatkan rumusan dan kutipan yang rinci.
  • Deskriptor inferensi yang rendah, pencatatan yang lengkap dan detail baik untuk sumber situasi maupun orang.
  • Peneliti beberapa orang, diperlukan persetujuan data deskriptip yang dikumpulkan oleh tim peneliti
  • Partisipan sebagai peneliti, menggunakan catatan-catatan dari partisipan berbentuk diari, catatan anekdot, untuk melengkapi.
  • Pengecekan anggota, pengecekan data oleh sesama anggota selama pengumpulan dan analisis data.
  • Review oleh partisipan, bertanya kepada partisipan untuk meriview data, melakukan sintesis semua hasil wawancara dan observasi.
  • Kasus-kasus negative, mencari, mencatat, ¬†mengganalisis melaporkan data dari kasus-kasus negatif atau yang berbeda dengan pola yang ada.

Subjektivitas dan Refleksivitas

Penelitian kualitatif bersifat subjektif dan reflektif. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan instrumen standar, tetapi peneliti berperan sebagai instrumen. Data dikumpulkan secara verbal diperkaya dan diperdalam dengan hasil penglihatan, pendengaran, persepsi, penghayatan dati peneliti.
Penelitian kualitatif melibatkan segi-segi subjektif yang berarti peneliti bebas menafsirkan apa yang ia lihat, dengar, rasakan semau dia, dia harus jujur atau disiplin terhadap dirinya. Sedangkan objektivitas penelitian kualitatif berarti jujur, peneliti mencatatapa yang dilihat, didengar, ditangkap, dirasakan berdasarkan persepsi dan keyakinan dia, tidak dibuat-buat atau direka-reka. Penelitian kualitatif juga bersifat reflektsif yang merupakan pengkajian yang cermat dan hati-hati terhadap seluruh proses penelitian.

Subjektivitas Interpersonal

Dalam penelitian yang bersifat interaktif, keterampilan membina hubungan interpersonal memegang peranan penting. Keterampilan ini meliputi kemampuan menumbuhkan kepercayaan, menjaga hubungan baik, tidak menilai, menghormati norma situasi, memiliki sensitivitas terhadap isu-isu etika.
Peneliti berhubungan dengan partisipan sebagai pribadi, bukan pengisap informasi dari lingkungan.
Dalam interaksi yang bersifat tatap muka suasana perasaan antar kedua pihak memegang peranan penting.
Data yang diperoleh tetap valid meskipun bersifat khusus dan dipengaruhi oleh kehadiran peneliti. Kemungkinan bias dapat diperkecil dengan waktu penelitian yang cukup lama, menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam.
Waktu yang panjang juga memungkinkan peneliti melengkapi data, dan membuang data yang tidak tepat.
Reaksi penelitian, keleluasaan dalam melengkapi data dan konfirmasi yang dilakukan pada setiap tahap penelitian akan meminimalkan bias.