TIPUAN KEPADA TUAN TANAH

TIPUAN KEPADA TUAN TANAH

Adapun tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita ini adalah:

1. Abu Nawas
2. Tuan Tanah
3. Pekerja Tuan Tanah

Pada suatu hari di bulan Ramadhan hari ke enam abu nawas duduk-duduk di rumahnya sembari menunggu adzan Maghrib untuk berbuka puasa. Kemudian ia memikirkan tentang bagaimana cara membuat dapur rumah menjadi tetap berasap sambil ia melihat ke langitan biru.

Tidak begitu jauh dari rumah kediamannya, terdapat seorang tuan tanah yang rumahnya sangat besar dan dilengkapi dengan berbagai jenis makanan di gudang, peternakan dan juga kamar. Hampir semua orang yang ada di kawasan tersebut menjadi pekerja dari tuan tanah dengan gaji sedikit dan mereka dituntut untuk bekerja keras, termasuk abu nawas.

Pasalnya, jika meminjam kepada tuan tanah tersebut, mereka harus menggantinya dengan bunga sangat tinggi. Hal itu dikarenakan sang tuan tanah memiliki sifat yang pelit, tamak, loba dan kikir. Singkat cerita, sang tuan tanah mendapatkan cerita bahwa Abu Nawas memiliki kepandaian yang cukup aneh. Apabila dia meminjam sesuatu, maka akan mengembalikan dengan jumlah lebih.

Mendengar hal itu, ia kemudian sangat senang bisa meminjamkan sesuatu kepada Abu Nawas. Lima hari sesudah memberikan pinjaman tersebut, 3 butir telur yang dipinjam ia kembalikan sejumlah lima. Tuan tanah amat senang. Kemudian ia meminjam 2 buah piring tembikar dan lima hari kemudian, ia mengembalikan dengan jumlah 3.

Karena saking senangnya, tuan tanah memberikan pinjaman kepada Abu Nawas sebanyak 1000 dinar. Sudah hampir satu bulan, Abu Nawas tak kunjung datang dan akhirnya tuan tanah mendatangi rumah Abu Nawas. Namun saat ditanya, Abu Nawas menjelaskan “sayang sekali tuan, uang yang telah saya pinjam itu bukan beranak, namun malah mati tiga hari kemudian”.

Mendengar itu, tuan tanah merasakan geram dan melaporkan Abu Nawas ke pengadilan. Kemudian, sidang digelar. Abu Nawas dan juga Tuan Tanah sama-sama menjelaskan duduk dari permasahan masing-masing. Dan ternyata, keputusan dari pengadilan cukup rasional bahwa semua yang mampu beranak tentu saja bisa mati.

Hal itu lantaran Abu Nawas menjelaskan semuanya dengan sangat baik. Dan akhirnya, sang tuan tanah yang amat tamak tersebut tertipu lantaran ia memiliki watak yang kikir, pelit dan juga tamak. Demikianlah cerita dongeng abu Nawas yang menipu Tuan Tanah kikir dan juga serakah.

Baca juga :