TINJAUAN PUSAKA

TINJAUAN PUSAKA

Bibit yang digunakan untuk menanam tanaman tebu memiliki berbagai persyaratan mutlak, antara lain varietasnya yang unggul, murni, sehat dan cukup umur, cukup jumlah dan tersedia tepat waktu. Syarat syarat tersebut harus dipenuhi guna meningkatkan produktivitas gula nasional. Varietas unggul perlu digunakan karena selain murah, varietas unggul juga memiliki potensi untuk memberikan produktivitas yang cukup baik (Saidil, 2006).

Selain dengan pengelolaan tanaman yang baik, tanaman tebu dapat tumbuh dengan optimal pada kondisi lahan yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan tingkat kesesuaian lahan tanam untuk tanaman tebu antara lain regim suhu, kondisi perakaran, terrain, retensi hara tanah, dan jumlah hara tersedia. Pengelolaan tanaman yang baik meliputi persiapan lahan, persiapan bahan tanam (bibit), penanaman, pemeliharaan, pascapanen, dan pemasaran (Nur Aini, 2003).

Tanah yang akan ditanami tanaman tebu perlu dipersiapkan dengan dua cara yaitu dibajak dan reynoso. Proses pembajakan dilakukan pada tanah kering dengan tujuan untuk menjadikannya gembur. Pada proses ini, dibuat alur-alur untuk menanam bibit tebu sedalam 20 cm. Untuk proses reynoso, proses pengolahan tanah dilakukan pada area yang akan ditanami pohon tebu dengan kedalaman sekitar 40 cm dan berbentuk seperti cekungan. Proses ini dilakukan pada tanah yang mengandung banyak air ( Kristanto, 2011).

Untuk daerah kering, teknik menanam tebu yang baik adalah menggunakan stek yang mempunyai 8 sampai 9 mata tunas dengan jarak 1 meter tiap stek. Tiap stek ditanam pada juringan dengan kedalaman 1,25 sampai 1,35 meter. Untuk daerah dengan iklim basah, stek yang digunakan adalah stek dengan 3 mata tunas dengan teknik tumpang tindih atau bersentuh ujung. Satu tips yang bisa anda gunakan bila anda kekurangan tenaga untuk menanam tebu didaerah ini adalah menggunakan tebu dengan 5 sampai 6 mata tunas yang dipotong menjadi dua (Wanda Putra Alfin, 2011).

Cara budidaya tebu yang baik sangat bergantung pada iklim dan cuaca. Tebu akan tumbuh dengan sangat baik di daerah beriklim panas, seperti Indonesia ini, dengan suhu 25 sampai 28 derajat Celsius. Selain itu, daerah yang paling baik untuk ditanami tebu adalah daerah dengan curah hujan 100 mm/tahun. Jenis tanah yang paling baik untuk ditanami tanaman tebu adalah jenis tanah alivial, regosol, podsolik atau mediteran. Kandungan pH dalam tanah yang paling baik untuk tanaman tebu adalah antara 6,4 sampai 7,7 atau keadaan keasaman netral. Hal ini penting dalam teknik budidaya agar bisa menghasilakn tebu yang baik ( Suhendra, 200).

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/

Comments are closed.