Tiba-tiba Menko Puan Bicara Revitalisasi SMK, Katanya…

Tiba-tiba Menko Puan Bicara Revitalisasi SMK, Katanya…

Tiba-tiba Menko Puan Bicara Revitalisasi SMK, Katanya…

Tiba-tiba Menko Puan Bicara Revitalisasi SMK, Katanya…

Tiba-tiba Menko Puan Bicara Revitalisasi SMK, Katanya…

Pendidikan vokasi atau kejuruan akan jadi fokus pemerintah sepanjang tahun ini.

Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) akan direvitalisasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sana.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menuturkan, ada 219 SKM yang akan dibenahi. Dia merinci, dari jumlah tersebut, 125 SMK diantaranya merupakan SMK yang bergerak dalam bidang kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Sisanya, sebanyak 95 SMK berasal dari bidang pendukung pembangunan nasional.

Puan menjelaskan, langkah ini diambil untuk meningkatkan pendidikan vokasi di Indonesia

. Apalagi, untuk menopang pembangunan nasional akan sangat membutuhkan banyak tenaga terampil.

Namun persoalannnya, saat ini 63 persen tenaga kerja di Indonesia hanya berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah. Hal ini tentu akan berdampak pada daya saing industri dan perekonomian Indonesia.

“Inilah tantangan yang perlu segera diatasi bersama. Pemerintah akan terus fokus dan berupaya meningkatkan pendidikan vokasioal atau kejuruan. sehingga, kualitas tenaga kerja Indonesia meningkat,” ujarnya, Jumat (26/5) di Surakarta.

Pemerintah juga akan bekerja sama dengan industry untuk bisa menampung para siswa SMK untuk magang. Dengan begitu, bisa diketahui bagaimana sejatinya kebutuhan tenaga kerja oleh pihak industry.

Di sisi lain, Puan turut membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

kepada1.857 siswa, yang terdiri dari 331 siswa SD, 283 siswa SMP, 610 siswa SMK, 12 siswa SLB, dan 364 siswa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Adapun untuk program KIP, bantuan yang disampaikan untuk siswa SD sebesar Rp.450.000/Tahun Ajaran, siswa SMP akan memperoleh Rp.750.000/Tahun Ajaran, siswa SMA akan memperoleh Rp.1.000.000/Tahun Ajaran, dan siswa SMK akan memperoleh Rp.1.000.000/Tahun Ajaran.

Puan menegaskan, bantuan KIP ini diberikan agar anak-anak Indonesia bisa bersekolah. Bahkan saat ini, cakupan pembagian KIP sudah diperluas dengan menambahkan anak-anak panti asuhan dan Program Kesetaraan Paket A, B, dan C

 

Baca Juga :