Sinopsis The Raid

Sinopsis The Raid

Sinopsis The Raid

Sinopsis The Raid

Sinopsis The Raid

Sinopsis

Kisahnya berawal pada dini hari …

Seseorang bernama Rama yang akan berangkat menjalankan tugasnya sebagai salah satu anggota tim SWAT (Special Weapons and Tactics). Pada hari itu, dia, bersama dengan anggota SWAT yang lain akan menggrebek sebuah apartemen yang sebagian besar berisi penjahat kelas teri maupun kelas kakap. Pemilik apartemen tersebut adalah Tama, seorang bos penjahat yang telah malang melintang di dunia kejahatan selama puluhan tahun dan disegani oleh para penjahat yang lain. Setiap penjahat yang tinggal di apartemennya harus membayar uang sewa, sehingga mendapatkan perlindungan dari Tama. Sementara itu, Tama memiliki dua kaki tangan yang sangat diandalkannya, yaitu Mad Dog dan Andi. Ada salah satu adegan dimana Tama menyekap 5 atau 6 sandera, dimana mulut mereka dilakban dan tangan mereka diikat. Kemudian, Tama menembak kepala mereka satu per satu. Dan, salah satu korban terakhir dipukul dengan palu hingga tewas (jujur saja, saya miris melihat bagian adegan ini, jadi mengingatkan saya dengan cerita tentang seorang Hitler yang menyuruh tawanan mereka menggali lubang kuburnya sendiri dan kemudian menembaki tawanan itu satu persatu. Saya miris juga jika membayangkan saya berada di posisi mereka yang akan tertembak, entah bagaimana rasanya jika kita sudah mengetahui bahwa hidup kita tinggal 5 menit, seperti terpidana hukuman mati juga …).

Pada saat akan berangkat menjalankan misi beratnya, Rama terlebih dahulu berpamitan kepada istri dan mencium perut istrinya yang sedang hamil. Sebelumnya, dia sudah melakukan latihan pemanasan dengan berlatih tinju dengan sansak. “Aku pasti kembali,” kata Rama kepada istrinya. Aku mencintaimu,” katanya lagi. Lalu, istrinya membalas dengan mengatakan “Aku juga mencintaimu.” (menurut saya, dialog “aku mencintaimu” boleh saja diucapkan, tetapi ekspresi mukanya si Iko ini lho datar-datar saja, bukan seperti orang yang sedang jatuh cinta).

Kemudian, pagi hari … 20 orang anggota tim SWAT berangkat ke apartemen yang berbahaya itu dan mulai mengintai penghuni-penghuni yang ada di dalamnya. Mereka dipimpin oleh seorang Sersan yang bernama Jaka. (Jaka ini memang tipe pemimpin, dia bersikeras untuk menangkap Tama dan membersihkan apartemen itu dari penjahat). Setelah tiba di depan apartemen itu, mereka segera bertemu dengan Letnan Wahyu yang memang merencanakan misi ini. Mereka kemudian perlahan-lahan masuk ke dalam apartemen dan mulai menyerang dari lantai terbawah. 20 orang dibagi ke dalam 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 10 orang yang akan masuk lewat pintu utama dan pintu samping (pintu samping dibuka memakai peralatan maling, hehe … tim SWAT nya sebenarnya ahli juga kalau mau mencuri). Pertama-tama, seorang penjaganya yang sedang menonton televisi dibekuk dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali (wuh, kejam juga … kalau filmnya Jet Li sih sering lihat, tapi kalau di film Indonesia ada jerat menjerat tali ea baru kali ini saya nonton). Kemudian, di depan pintu utama, mereka bertemu dengan seorang Bapak yang baru saja pulang setelah membeli obat untuk istrinya. Bapak ini orangnya baik, dan dia tinggal di lantai 7 apartemen. Rama pun disuruh untuk mengawasi Bapak itu secara ketat. (pertanyaannya, mengapa seorang bapak yang baik mau-maunya tinggal di sarang penjahat?).

Satu demi satu lantai akhirnya dapat dikuasai. Para penjahat berhasil dibekuk secara diam-diam. Tangan mereka diikat dengan menggunakan tali plastik yang biasanya digunakan untuk mengikat tas kita di supermarket. (di sini, saya mikirnya … wah, pengiritan banget ya, kok pake plastik, bukan borgol yang lebih elit? Apa gara-gara harga borgol tambah mahal karena BBM mau naik?). Di dalam scene ini, adegannya cukup menengangkan dan membuat saya menutup mata. Setiap anggota memang dibekali dengan senjata laras panjang yang berperedam, sehingga tidak menimbulkan bunyi gaduh. Hingga lantai 6, permasalahan terjadi. Ada anak kecil yang selesai dari toilet melihat serombongan tim SWAT tersebut. Jaka sudah bilang, agar si anak diam di tempat, tetapi si anak kecil itu malah lari ke dalam sebuah pintu. Pada akhirnya, salah seorang anggota menembak anak kecil itu. Peluru menembus pintu dan langsung tepat mengenai leher si anak. Kemudian, ada salah seorang anak yang melihat bahwa polisi sudah masuk ke apartemen dan segera membunyikan alarm tanda bahaya ke seluruh gedung. Tama pun segera mengetahui bahwa ada yang tidak beres di dalam apartemen miliknya. Dia pun segera membuat pengumuman jika orang-orang yang bisa membunuh dan menghabisi tim SWAT akan dibebaskan dari biaya uang sewa apartemen. Tentu saja, orang-orang berbondong-bondong menyerbu mereka. Apalagi, kemudian Tama memadamkan seluruh ruangan di lantai 6. Tentu saja, penjahat dan anggota tim SWAT tidak dapat saling melihat. Nah, kekacauan mulai terjadi ketika ada seorang penjahat yang akan membuka pintu dimana anggota SWAT berada, nah terpaksa kan penjahat itu ditembak. Ketika peluru ditembakkan, muncullah seberkas cahaya, sehingga para penjahat lainnya mengetahui posisi tim SWAT berada. Gaswat!! Tembak menembak pun terjadi, korban banyak berjatuhan di kedua belah pihak. Apalagi, sebelumnya … Mat Dog dan Andi beserta anak buah Tama yang lain sudah menghabisi anggota SWAT yang berada di dalam mobil SWAT dan anggota lain yang berada di lantai bawah. Setiap ada anggota SWAT yang berada di dekat jendela pasti tertembak. Tragisnya, ternyata serangan ini dilakukan diam-diam, dan tidak ada seorang pun yang tahu misi rahasia ini.

Oleh karena anggota SWAT terkepung, mereka bersembunyi di dalam sebuah kamar, padahal penjahat menunggu di luar pintu. Pintu diganjal dengan menggunakan kursi dan lemari. Sayangnya, itu tidaklah cukup, karena para penjahat menggunakan senapan untuk membombardir pintu. Mau tak mau, korban tim SWAT pun berjatuhan. Kemudian, Rama pun mempunyai ide, tabung gas dimasukkan ke dalam lemari es, dan didorong keluar menuju tempat para penjahat. Ledakan dasyat pun sulit dihindarkan. Rama saja sampai pingsan. Salah satu teman Rama, telinganya terluka dan tertembak di bagian perut. Pertolongan pun harus didapatkan segera. Padahal, mereka cuma tinggal berlima saja, Letnan Wahyu, Sersan Jaka, Rama, dan dua anggota tim SWAT yang lain. Rama pun diperintahkan untuk membawa salah satu temannya tadi ke tempat yang aman. Satu-satunya lantai yang aman adalah kamar Bapak nya yang tadi di lantai 7. Maka, naiklah mereka ke lantai 7 dengan menanggung segala resiko yang ada. Di lantai 7 tersebut, mereka bertemu dengan banyak penjahat. Untunglah, Rama memiliki kemampuan bela diri yang tangguh (walaupun memang manusiawi jika Rama juga terkena pukulan, tapi over all … seni bela dirinya baguslah).

Akhirnya, mereka sampai di depan pintu kamar Bapaknya yang baik tadi. Rama pun meminta untuk dibukakan pintu. Sementara itu, para anak buah Tama sudah semakin mendekat. Akhirnya, Bapak itu mau membukakan pintu untuk mereka, walaupun istrinya melarang, dan menyuruh mereka bersembunyi di belakang papan tripeks yang tertempel foto (ea … kenapa Bapak itu nggak mau pindah? Karena, mereka tidak mempunyai tempat tinggal lain, sewanya juga murah, dan mungkin dikarenakan kemiskinan yang mendera mereka. Keberadaan Bapak itu juga seolah-olah menyiratkan bahwa masih ada orang baik di sarang penyamun dan itu membuat Rama tertolong). Anak buah Tama kemudian menusukkan goloknya ke tripleks-tripleks tersebut, (saya sampai menahan nafas melihatnya) dan mengenai pipi Rama. Kasihan, pas goloknya ditarik, pipinya terluka cukup parah. Untunglah, setelah itu anak buah Tama pergi, sehingga Rama bisa mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh temannya. Rama pun menitipkan temannya ke Bapak itu, sedangkan dia mencoba untuk melanjutkan misinya. Namun, kepalanya tiba-tiba terasa berat setelah melawan anak buah Tama. Dia menjadi pusing, tidak tahu dunia di sekelilingnya, hampir pingsan, padahal dia sudah berjanji untuk pulang, hingga tiba-tiba ada seseorang yang menariknya. Adalah kakaknya Rama, Andi, sang tangan kanan Tama yang menarik Rama ke dalam suatu ruangan. Tak ada pelukan karena pertemuan kembali antara adik dan kakak, datar-datar saja. Rama mengajak Andi pulang, tetapi Andi tidak mau, karena ini lah dunianya yang hitam. Rama juga memberitahu kepada Andi bahwa kurang dari 2 bulan lagi dia akan menjadi seorang paman. Andi pun menyuruh Rama agar segera keluar dari apartemen, tetapi Rama tidak mau, karena dia harus melanjutkan misi karena banyak teman-temannya yang sudah meninggal.

 

Sumber : https://downloadapk.co.id/