Silisiklastik

Silisiklastik

Ø   Komposisi batuan silisiklastik terdiri atas fragmen, matrik dan semen.

Ø   Batuan sedimen klastik tersusun oleh butiran-butiran hasil rombakan atau detrital grains sebagai pembentuk kerangka utama batuan sedimen.

Ø   Matriks yang terdiri dari butiran halus menempati ruang antar butiran, sedangkan mineral autogenic dan semen terbentuk pada saat diagenesa.

Ø   Komposisi mineral yang dominan pada batuan silisiklastik adalah mineral-mineral stabil yang tahan terhadap proses pelapukan dan transportasi.

Ø   Mineral yang sering dijumpai pada batuan sedimen silisiklastik diantaranya adalah  kuarsa sebagai mineral paling stabil, feldspar yang berasal dari batuan induk yang sama dengan kwarsa, mika dan mineral lempung.

Ø   Butiran-butiran tersebut selanjutnya akan diikat oleh semen yang dapat berupa semen silika, semen karbonat dan oksida besi.

Karbonat

Ø   Pada dasarnya komposisi batuan karbonat sangat bervariasi tetapi secara umum dapat dikelompokkan menjadi non skeletal grains, skeletal components, micrite dan cement.

Ø   Butiran tersebut merupakan butiran karbonat dan bagian dari sisa organisme yang dibagi berdasarkan bentuk butir dan ukuran butirnya.

Ø   Karena lingkungan pembentukan batuan karbonat yang sangat khas maka detritus asal darat sangat sedikit bahkan tidak ada dalam batuan karbonat.

TEKSTUR            

Menurut Pettijohn (1975) tekstur adalah “suatu kenampakan yang berhubungan dengan ukuran dan bentuk butir serta susunannya”. Secara umum tekstur batuan sedimen mencerminkan proses-proses yang terjadi pada saat pengendapan.

Tekstur batuan sedimen Klastik

  1. Ukuran butir

Ukuran butir pada batuan sediment klastik menggunakan skala wenthworth sebagai parameternya.

Tabel 1. Skala wenthworth

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

Comments are closed.