Seri Revolusi Dunia: Revolusi Perancis

Seri Revolusi Dunia: Revolusi Perancis

Kalian pernah dengar seseorang yang namanya Napoleon Bonaparte? Kalau kalian tahu, ya, gakpapa, sih, soalnya revolusi Perancis berlangsung sebelum saat Napoleon berkuasa. Revolusi Perancis adalah revolusi yang paling kondang di dunia, lho! Kenapa ya? Yuk, kami bahas di artikel ini!

Setelah kalah didalam The Seven Year’s War dan kehilangan teritori serta koloni mereka di Amerika, Perancis menunggu kesempatan untuk balas dendam kepada Inggris. Beberapa tahun kemudian, pecahlah revolusi Amerika disertai bersama perang 13 koloni Inggris di Amerika melawan Kerajaan Inggris.

Walaupun Perancis tersedia di pihak pemenang karena menopang 13 koloni Inggris, tetapi perang tersebut membuat perekonomian Perancis hancur. Perancis terperangkap hutang dan perlihatkan bangkrut. Hal ini mengundang kelaparan dan penderitaan bagi rakyat Perancis.

Sama seperti revolusi Amerika, revolusi di Perancis termasuk di awali bersama pemerasan berwujud peraturan pembayaran pajak yang tidak masuk akal untuk menutupi kerugian akibat perang. Saat itu pemerintahan feodal Perancis membagi penduduk didalam 3 kelas, yaitu raja dan bangsawan (golongan 1), tuan tanah dan pemuka agama (golongan 2), serta rakyat biasa (golongan 3).

Pembagian kelas ini berpengaruh kepada kebijakan pajak yang dikeluarkan. Golongan pertama dan ke-2 tidak diwajibkan untuk membayar pajak, sedang golongan ketiga wajib. Selain membayar pajak kepada negara,warga golongan ke 3 ini termasuk kadangkala mesti membayarkan pajak kepada tuan tanah. Hal ini mengundang kesenjangan sosial dan ketidakpuasan rakyat, yang mayoritasnya adalah golongan ke 3.

Ketidaksepakatan memuncak kala rakyat menghendaki supaya golongan 1 dan 2 mesti turut membayar pajak. Sayangnya, raja tidak menyetujuinya. Rakyat akhirnya mengadakan perkumpulan dan perlihatkan bakal membuat suasana lebih adil dan baik bagi mereka.

Sampai terhadap Juli 1789, kekacauan merebak. Paris beralih jadi lautan teror. Penjarahan, kerusuhan, dan pembakaran berlangsung di penjuru kota. Tentara kerajaan diturunkan untuk menenangkan massa, tetapi berlangsung penembakan yang melukai sebagian orang. Rakyat yang semakin marah pun mendatangi penjara Bastille terhadap 14 Juli. Massa mendobrak masuk untuk menyita persenjataan dan melepaskan mereka yang tengah ditahan.

Pembobolan penjara ini seolah adalah simbol runtuhnya kekuasaan raja dan pengambilan kekuasaan oleh rakyat. Hal ini praktis membuat kerajaan Perancis tidak beroperasi dan pemerintahan dibekukan. Rakyat bersama dorongan Liberte, Egalite, Fraternite (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan) merumuskan pemerintahan baru yang berwujud republik.

Terinspirasi berasal dari The Declaration of Independence punya Amerika, Perancis mengeluarkan Declaration of the Rights of Man and of the Citizen. Deklarasi ini menjamin persamaan hak dan kewajiban warga Perancis, serta melindunginya secara hukum. Tanpa perbedaan satu sama lain.

Sayangnya, pembentukan republik ini mesti dibayar mahal oleh warga Perancis. Siapa saja yang menampik revolusi dan menopang kerajaan bakal dihukum pancung bersama sebuah alat yang disebut bersama Guillotine. Pada periode ini (1789-1799) sekitar 40.000 rakyat Perancis mesti berakhir hidupnya di Guillotinetermasuk Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette yang diakui berkhianat karena bakal melarikan diri.

Dampaknya Pada Dunia

Revolusi Perancis punyai dampak yang lebih besar dan hebat daripada revolusi Amerika. Bahkan revolusi ini membuat revolusi di negara lain. Seperti misalnya, revolusi Rusia, revolusi budak di daerah Karibia, dan tetap banyak lagi.

Revolusi Perancis adalah suatu penanda dan bukti nyata bahwa raja bukanlah pemimpin yang absolut. Kemanusiaan dan persamaan adalah hak seluruh orang. Penindasan adalah sesuatu yang salah. https://www.gurukelas.co.id/

Akibat lain yang ditimbulkan adalah berkurang dan menurunnya jumlah feodalisme di dunia. Hal ini berlangsung karena feodalisme adalah sesuatu yang tidak cukup disukai rakyat kecil karena ketidakadilannya