Sejak Maret 2020, Penjualan Mobil Bekas Anjlok

Pandemi virus corona (COVID-19) sudah mengganggu industri otomotif, tergolong penjualan mobil bekas. Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengungkapkan bahwa tingkat penjualan mobil bekas mulai menurun pada pekan kedua Maret 2020.

Seperti diketahui, pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk merealisasikan physical distancing dengan di lokasi tinggal saja.

“Sebenarnya dari minggu kedua Maret trafik customer telah turun jauh menjangkau 70 persen dari normal. Jadi bila misalnya hari normal terdapat 10 orang yang datang inginkan beli mobil, dari minggu kedua Maret bermukim tiga orang,” kata Fischer.

Dia melafalkan untuk penjualannya turun selama 30 persen, meskipun yang datang ke toko melulu sekitar tiga orang, tetapi ketiga orang itu benar-benar serius membeli.

“Jadi sebetulnya yang turun sekali tersebut jumlah trafik customer yang inginkan melihat-lihat dulu. Tingkat trafik turun sampai 70 persen bila pembelian tersebut sekitar 30 persen. Tidak terlalu tidak sedikit untuk bulan Maret,” kata dia.

Fischer melanjutkan penurunan penjualan mobil bekas jauh lebih tinggi menginjak bulan April 2020. Seperti diketahui, pada 10 April 2020 DKI Jakarta telah merealisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sampai-sampai toko mobil bekas pun harus ditutup.

“Masuk bulan April tersebut kan lebih ketat lagi dan kemarin ketika tanggal 10 diperlakukan pun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kita tergolong bidang usaha yang tidak anda kecualikan, dengan kata lain harus tutup. Jadi bila bicara tutup, kunjungannya nol,” imbuh dia.

Meskipun demikian, Fischer menambahkan bahwa Mobil88 masih menciptakan toko online, kunjungannya juga meningkat. Untuk calon pembeli bisa melihat-lihat melewati website dan untuk mengupayakan mobil bakal langsung dikirimkan ke rumah. Termasuk guna test drive, negosiasi, dan transfer semua dilaksanakan di lokasi tinggal customer.

Sumber:

Comments are closed.