Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

Sarana dan Prasarana SMK Tanggung Jawab Bersama

Manggarai Barat, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

Muhadjir Effendy meninjau sarana dan prasarana ke sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/4/2018). Dalam kesempatan tersebut Mendikbud menegaskan bahwa sarana dan prasarana belajar mengajar di SMK merupakan tanggung jawab bersama.

SMK merupakan satuan pendidikan di bawah dinas pendidikan provinsi. Namun pemerintah pusat juga membantu penyediaan sarana dan prasarana terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selain itu Mendikbud mengimbau agar kepala sekolah dan komite sekolah proaktif mencari sumber pembiayaan lain.

“Tadi masih ada SMK yang sangat bersahaja sekali, kondisi lingkungan juga belum bagus

, tempat praktiknya belum memenuhi standar,” ujar Mendikbud usai meninjau SMK Negeri 2 Komodo. Mendikbud mendorong kepala sekolah agar tidak menggantungkan bantuan pemerintah, namun juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud masih mendapati SMK yang tidak memiliki fasilitas seperti komputer dan jaringan internet. Sekolah ini baru dialiri listrik pada bulan Februari 2018 sehingga sebelumnya kesulitan melaksanakan praktikum yang memerlukan tenaga listrik.

Selain meninjau SMK Negeri 2 Komodo, Mendikbud juga mengunjungi SMK Negeri 1 Labuan Bajo dan SMK Stella Maris. Sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Labuan Bajo sudah cukup baik, namun Mendikbud mendapati sejumlah ruangan yang kurang bersih dan banyak coretan. Mendikbud mengajak seluruh komponen sekolah menjaga fasilitas yang ada di sekolah. “Menjaga kebersihan fasilitas sekolah merupakan tanggung jawab bersama, mohon kerja bakti terus digalakkan,” ajak Muhadjir.

Dalam kesempatan sebelumnya, Mendikbud memberikan apresiasi kepada dunia usaha

yang telah mengambil peran dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Lebih jauh, Mendikbud mengajak mereka memberikan perhatian lebih kepada daerah 3T. “Terima kasih kepada pihak-pihak yang menunjukan komitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Saya berpesan untuk turut memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di wilayah 3T,” kata Mendikbud di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Mendikbud mengakui, kesenjangan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) antara para siswa di daerah perkotaan dengan siswa di daerah 3T sangat lebar. Peran semua pihak, termasuk DUDI, untuk mempersempit tingkat kesenjangan tersebut. “Jangan sampai yang pintar semakin pintar, yang tertinggal semakin tertinggal,” pesan Muhadjir. Untuk mempersempit kesenjangan tersebut dibutuhkan juga kerja sama semua pihak dan kebijakan yang lintas kementerian dan lembaga. “Di daerah 3T tersebut, tidak hanya Kemendikbud yang berperan, mereka perlu infrastruktur jalan, perlu listrik, perlu internet yang harus diselesaikan bersama,” tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut. (Nur Widiyanto)

 

Sumber :

https://riviste.unimi.it/index.php/test03/comment/view/10097/73956/101125