Rektor IPB Arif Satria Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Rektor IPB Arif Satria Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Rektor IPB Arif Satria Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Rektor IPB Arif Satria Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria resmi dikukuhkan menjadi guru besar

tetap IPB. Ia menjadi guru besar Bidang Ekologi Politik, Fakultas Ekologi Manusia.
Acara pengukuhan dihelat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1).
Dalam kesempatan itu, Arif juga menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Modernisasi Ekologi dan Ekologi Politik: Perspektif Baru Analisis Tata Kelola Sumber Daya Alam.”
Arif mengatakan modernisasi ekologi merupakan upaya adaptasi ulang masyarakat industri terhadap lingkungan hidupnya dengan menggunakan ilmu pengetahuan modern dan teknologi maju, sehingga daya dukung alam meningkat dan pembangunan berkelanjutan terwujud.
“Dalam modernisasi ekologi, solusi krisis ekologi ditempuh dengan pendekatan yang holistik dan membutuhkan manajemen lingkungan yang baik, melalui teknologi, pasar, intervensi negara, dan bahkan gerakan sosial,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/1).
Sementara pendekatan ekologi politik, kata Arif, tumbuh sebagai bagian dari evolusi keterlibatan ilmuwan sosial ke dalam isu-isu ekologi.

Menurut Arif, pada dasarnya krisis lingkungan dan sumber daya alam

(SDA) adalah krisis tata kelola (governance). Menurutnya, hal itu bermakna bahwa krisis lingkungan dan SDA adalah kegagalan mengatur tindakan para aktor yang berkepentingan terhadap sumber daya.

Rektor IPB, Arif Satria di acara Kongres Kebangkitan Mahasiswa Indonesia di Kampus IPB, Sabtu (18/5). Foto: Dok. Istimewa
Arif mengatakan, modernisasi ekologi menempatkan negara sebagai solusi krisis lingkungan. Menurutnya negara berperan besar dalam kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup, mendirikan lembaga-lembaga pemerintah yang bergerak dalam tata kelola lingkungan hidup baik nasional maupun daerah.

“Boleh dikatakan, Indonesia termasuk negara yang progresif menerapkan modernisasi ekologi

,” ucapnya.
Sementara itu ekologi politik, lanjut Arif, melihat adanya kontestasi negara dan masyarakat, maupun institusi di dalam negara itu sendiri. Sebab, negara memiliki dua fungsi sekaligus, yakni aktor pengguna dan aktor pelindung sumber daya alam.

 

Baca Juga :

Comments are closed.