Prinsip-prinsip Dalam APBN

Prinsip-prinsip Dalam APBN

  1. Prinsip Anggaran APBN
  2. Prinsip Anggaran dinamis
  3. Prinsip Anggaran Fungsional

Sejak tahun 1999 tidak lagi digunakan prinsip anggaran berimbang dalam menyusun APBN. APBN disusun berdasarkan prinsip anggaran defisit.

Prinsip Anggaran Defisit

Bedanya dengan prinsip anggaran berimbang adalah bahwa pada anggaran defisit ditentukan

  • Pinjaman LN tidak dicatat sebagai sumber penerimaan melainkan sebagai sumber pembiayaan.
  • Defisit anggaran ditutup dengan sumber pembiayaan DN + sumber pembiayaan LN (bersih)

  Anggaran Defisit                               

PNH – BN = DA

DAP = AP – TP

PbDN = PkDN + Non-Pk DN

PbLN  = PPLN – PC PULN

Keterangan :  

PNH    = pendapatan negara dan  hibah

BN    = belanja negara

DA      = defisit Anggaran

PbDN= pembiayaan DN

PkDN= Perbankan DN

Non-PkDN = Non-Perbankan DN

PbLN= pembiayaan LN

PPLN= penerimaan pinjaman LN

PCPULN = pembayaran cicilan pokok Utang luar Negeri

BLN  = bantuan luar negeri

Anggaran Berimbang

PDN – PR    = TP

DAP = AP – TP

 Keterangan :

PDN = Pendapatan DN

PR    = Pengeluaran Rutin

TP    = Tabungan Pemerintah

DAP = Defisit Anggaran Pembangunan

AP    = Anggaran Pembangunan

  1. Prinsip Anggaran Dinamis

             Ada anggaran dinamis absolut dan anggaran dinamis relatif.

  • Anggaran bersifat dinamis absolut apabila Tabungan Pemerintah (TP)  dari tahun ke tahun terus meningkat.
  • Anggaran bersifat dinamis relatif apabila prosentase kenaikan TP (DTP) terus meningkat atau prosentase ketergantungan pembiayaan pembangunan dari pinjaman luar negeri terus menurun.
  1. Prinsip Anggaran Fungsional
  • Anggaran fungsional berarti bahwa bantuan/ pinjaman LN hanya berfungsi untuk membiayai anggaran belanja pembangunan (pengeluaran pembangunan) dan bukan untuk membiayai anggaran belanja rutin.
  • Prinsip ini sesuai dengan azas “bantuan luar negeri hanya sebagai pelengkap” dalam pembiayaan pembangunan. Artinya semakin kecil sumbangan bantuan/ pinjaman luar negeri terhadap pembiayaan anggaran pembangunan, maka makin besar fungsionalitas anggaran.

Ø  Instrumen Kebijakan Fiskal

  1. Pembiayaan fungsional
  • Pengeluaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional.
  • Pajak dipakai untuk mengatur pengeluaran swasta, bukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah.
  • Pinjaman dipakai sebagai alat untuk menekan inflasi lewat pengurangan dana yang ada di masyarakat.
  1. Pengeluaran Anggaran
  • Pengeluaran pemerintah, perpajakan dan pinjaman dipergunakan secara terpadu untuk mencapai kestabilan ekonomi.
  • Dalam jangka panjang diusahakan adanya anggaran belanja seimbang. Namun pada masa depresi digunakan anggaran defisit

Recent Posts

Comments are closed.