Persingkat Urus Izin Program Studi

Persingkat Urus Izin Program Studi

Persingkat Urus Izin Program Studi

Persingkat Urus Izin Program Studi

Persingkat Urus Izin Program Studi

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mempersingkat

pengurusan izin program studi baru.

”Kalau sebelumnya memerlukan waktu selama satu tahun, sekarang hanya butuh waktu tiga bulan. Jadi kalau pengajuan pada awal Januari, maka akhir Maret sudah diketahui,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti di Jakarta belum lama ini.

Sebelum 2015, katanya, pihak perguruan tinggi yang ingin mengurus izin prodi harus datang menyerahkan proposal, sistem manual, tidak perlu ada penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN PT) terkait akreditasi minimum, proses pemberian bisa sampai dua tahun. Selain itu, pemohon sering kali datang ke Jakarta menanyakan kemajuan dari proposalnya.

Sejak Januari 2015, pihak Kemenristekdikti melakukan reformasi birokrasi dalam proses layanan

administrasi sistem izin pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi serta pembukaan program studi digital atau online (daring/dalam jaringan internet).

Proses layanan administrasi yang dapat dilakukan secara online bertujuan untuk dapat memberikan pelayanan yang bersih dan efisien bagi masyarakat dalam meningkatkan pelayanan kelembagaan di bidang pendidikan tinggi.

”Saat ini masyarakat tidak lagi harus mengirimkan dokumen dalam bentuk hardcopy dan datang ke Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mendorong sistem pelayanan perizinan di bidang kelembagaan pendidikan tinggi dapat berjalan semakin baik dan memberikan jangkauan layanan yang lebih luas bagi masyarakat pendidikan tinggi,” jelas dia.

Sistem online tersebut menyingkat tahapan proses evaluasi pendirian atau perubahan bentuk perguruan tinggi serta pembukaan program studi baru.

Tahapan tersebut yakni tahap verifikasi dokumen usulan, tahap evaluasi dokumen, serta tahap validasi

dengan instrumen terintegrasi bersama BAN PT.

Sejak dari pengunggahan hingga pengumuman membutuhkan waktu tiga bulan, kemudian jika ada yang perlu diperbaiki maka membutuhkan waktu maksimal tiga bulan hingga akhirnya disetujui. Jika kemudian ditolak, maka harus diajukan kembali tahun depan.

”Pengunaan instrumen terintegrasi ini ditujukan untuk mempercepat waktu penilaian,” kata dia.

 

Baca Juga :