Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013

Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum 2013 – Tawuran antar pelajar masih tidak jarang terjadi di sekian banyak daerah. Akibat yang dimunculkan oleh adanya tawuran antar pelajar tersebut, terkadang sampai memunculkan korban jiwa. Tragis memang, pelajar yang semestinya menjadi generasi penerus bangsa dan terdidik masih memakai cara-cara primitif untuk menuntaskan masalah yang paling sepele.

Hanya sebab perkataan yang bernada mengolok-olok atau menjelek-jelakkan sekolah terjadi saling serang dan sebagainya. Ternyata kelakuan semua penerus bangsa ini pun melakukan aksi membajak bus penumpang umum guna mengindikasikan status dan gengsi mereka dalam atribut sekolah yang masih melekat di badan mereka. Permasalahan sikap dan kelakuan yang negatif di kalangan semua pelajar laksana aksi tawuran dan berbagai format tindakan yang negatif lainnya, mengindikasikan adanya krisis dan kemunduran moral bangsa masa yang bakal datang.

Sekolah sebagai institusi edukasi yang berperan urgen dalam membina karakter bangsa (charakter and national building) dirasakan diharapkan dapat memberikan kontribusi dan perannya dalam mencetuskan generasi bangsa yang cocok dengan harapan.

Oleh karena itu, peran yang dijalankan oleh sekolah sekitar ini, di samping menjejali peserta didik dengan kepintaran intelektual, pun dapat meningkatkan kepintaran emosional dan spritual.

Pendidikan adalah upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sampai-sampai mereka mempunyai sistem berpikir, nilai, moral, dan kepercayaan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan itu ke arah yang cocok untuk kehidupan masa sekarang dan masa mendatang

Ujian Nasional (UN) yang menjadi baromater keberhasilan edukasi seorang anak, institusi sekolah, dan wilayah lebih menitikberatkan pada logika dan kepintaran intlektual semanat, tidak cukup berakar pada kehalusan budi dan edukasi yang sesungguhnya. Ketika anak mendapat nilai atau prestasi UN, maka anak tersebut ditinggikan dan dibanggakan sebagai generasi penerus bangsa yang dinilai sukses menempuh edukasi pada jenjangnya.

Karakteristik pembelajaran Kurikulum 2013 memakai pendekatan saintifik melewati mengamati, mencoba, menalar dan sebagainya dengan memakai ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran.

Banyak evolusi dalam konsep Kurikukulum 2013 sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas murid yang dilandasi oleh filosofi edukasi yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, dan keperluan siswa dan masyarakat.

Penguatan edukasi karakter dalam Kurikulum 2013 tampak dalam adanya penambahan diinginkan akan lebih mengintensifkan penanaman dan penguatan karakter peserta didik dalam mewujudkan insan Indonesia yang seutuhnya. Kurikulum 2013 menghendaki adanya alumni yang mempunyai kompetensi yang sebanding antara soft skill dan hard skill, yang merangkum aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Perubahan kurikulum memang perlu, namun yang urgen bagaimana jiwa dan semangat membina pendidikan kebiasaan dan karakter bangsa yang bahwasannya dapat menjadi jiwa dalam kurikulum itu dan terimplementasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Kurikukulum 2013 yang mulai diterapkan di sekolah sekitar ini, diinginkan dapat mengembangkan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Namun demikian, apapun kurikulumnya edukasi karakter tetap melekat dan terintegrasi dalam mata latihan yang terdapat di dalam kurikulum tersebut.

SumberPELAJARAN.ID