Pengertian Tafsir dan Takwil

Pengertian Tafsir dan Takwil

     Tafsir merupakan bentuk dari akar kata yang maknanya adalah menjeaskan dan mengupas kata. Kata ini merupakan bentuk pembalikan dari kata. Kamu berkata :                              (pagi telah jelas) jika telah ada cahaya. Ada yang mengatakan bahwa kata ini di ambil dari kata yang maknanya adalah sebuah nama alat yang digunakan oleh dokter untuk mengetahui suatu penyakit.

      Kata Takwil itu berasal dari akal kata yaitu “kembali”, seolah-olah maknanya adalah mengembalikan suatu ayat kepada makna-makna yang mungkin untuknya. Ada yang mengatakannya berasal dari kata: yaitu “pengendalian”, seolah-olah oramg yang melakukan takwil itu mengendalikan suatu pembicaraan dan menempatkan suatu makna pada tempatnya.

     Tafsir atau takwil itu diperselisihkan maknanya. Abu Ubaid dan beberapa ulama mengatakan bahwa keduanya adalah satu makna. Ada sebagian kaum yang mengingkari hal itu, sampai-sampai Ibnu Habid An-Naisaburi berlebih-lebihan dalam hal itu. Dia berkata “pada masa kami ini banyak ahli tafsir yang jika mereka itu ditanya perbedaan amtara tafsir dan takwil maka mereka tidak mengetahuinya.”

      Lainnya berkata “Tafsir adalah menjelaskan suatu lafadz yang tidak mengandung makna kecuali hanya satu saja. Sedangkan takwil adalah menjelaskan suatu lafadz kepada makna-makna yang berbeda-beda kepada satu buah makna berdasarkan dalil yang jelas padanya.”

     Al-Matrudi berkata, “Tafsir itu adalah menegaskan bahwa yang dimaksud dengan lafadz ini adalah makna ini dan menyaksikan bahwa Allah menghendaki makna itu. Jika ada dalil yang qath’i, maka ia diterima. Jika tidak ada maka makna itu. Jika ada dalil yang qath’i maka ia diterima. Jika tidak ada maka itu adalah tafsir birra’yi (dengan pendapat) yang dilarang. Sedangkan Takwil adalah mentarjih diantara makna-makna yang mungkin tanpa menegaskan dan tanpa mempersaksikan terhadap Allah.”

            Pendapat lainnya: “Tafsir itu berhubungan dengan riwayat sedangkan takwil itu berhubungan dengan dirayah pemikiran.”

            Ada beberapa kaum, diantaranya adalah al-Baghawi dan al-Kwasyi yang berkata, “Takwil adalah menjadikan makna suatu ayat sesuai dengan ayat sebelum dan sesudahnya yang mungkin di kandung oleh ayat itu dengan tanpa menentang Al-Qur’an atau Sunnah melalui jalur istinbath (ijtihad).”

            Sebagian dari mereka berkata, “Tafsir dalam pengertian istilah adalah mengetahui turunnya ayat dan segala sesuatu tentangnya, kisah-kisahnya, sebab-sebab turunnya, kemudian urutan Makiyah dan Madaniyah yang muhkam diantaranya dan yang mutasyabih, yang khusus dan yang umum, yang mutlaq dan yang muqayyad, dan perumpamaan-perumpamaannya.”

Comments are closed.