Pengertian Organogenesis

Pengertian Organogenesis

Dalam perkembangan hewan, organogenesis (organo-genesis berasal dari kata Yunani όργανον yaitu dengan mana yang bekerja”, dan γένεσις “asal, penciptaan, generasi”) adalah proses dimana ektoderm, endoderm, dan mesoderm berkembang menjadi organ-organ internal organisme. Organ-organ internal memulai pembangunan pada manusia dalam 3 sampai minggu ke-8 di dalam rahim. Lapisan dalam organogenesis dibedakan menjadi tiga proses: lipatan, perpecahan, dan kondensasi. Mengembangkan selama tahap awal pada hewan chordata adalah tabung saraf dan notochord. Semua hewan vertebrata memiliki proses pembentukan gastrula dengan cara yang sama. Vertebrata mengembangkan pial neural yang membedakan ke dalam banyak struktur, termasuk beberapa tulang, otot, dan komponen dari sistem saraf perifer. (Wikipedia. 2011).

Singkatnya, organogenesis adalah proses pembentukan organ tubuh atau alat tubuh, mulai dari bentuk primitif (embrio) hingga menjadi bentuk definitif (fetus). Fetus memiliki bentuk yang spesifik bagi setiap famili hewan. Artinya tiap bentuk fetus hewan memiliki ciri khas tersendiri yang mencerminkan spesiesnya.

Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus . Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu.

Tahapan Organogenesis

Di dalam inner cell mass, blastikist mulai tertanam didalam uterus & terkubur sempurna pd hari ke-10.

Pada  waktu ini terjadi deferensiasi dari sel-sel yang menyusun inner cell mass (ectoderm, mesoderm dan endoderm). Dimana tahap pertama pada perkembangan fetus adalah pembentukan 2 ruang (kavitas) yang menutup, yang terletak berdekatan satu sama lain, yaitu cavitas amniotica dan saccus vitellius (adalah selaput yang terletak ant placenta dan amnion).

Pertumbuhan embrio terjadi dari embional plate yang terdiri dari 3 lapisan:

  1. Ektoderm : melapisi cavita amniotica.

Ektoderm mrp lapisan tunggal dari sel-sel yang bertanggung jawab atas pertumbuhan kulit, rambut, kuku, jaringan saraf, yang meliputi pula alat indaria (organ sensoris), kelenjar ludah, cavitas nasi, bagian bawah canalis analis, tractus genitalis dan glandula mammae

  1. Endoderm

Melapisi saccus vitellinus dan berkembang membentuk traktus digestivus, hepar, pancreas, larings, trakea, paru, vesika urinaria dan urethra.

  1. Mesoderm

Merupakan lapisan jaringan selain ectoderm dan endoderm yang berasal dari inner cell mass. Sebagian mesoderm terletak disekeliling cakram embrio.

Perkembangan lebih lanjut dari mesoderm ini akan menghasilkan system sirkulasi dan limfatik, tulang, otot, ginjal, ureter, organ genetalia, dan jaringan subcutan pada kulit.

Dengan kerjanya serupa dengan amuba sel tunggal yang sedang mengambil makanan, maka cavitas amniotica dapat mengubah bentuknya agar dapat mengelilingi saccus vitellinus dan mesoderm, & menarik kedua jaringan tersebut memasuki cavitas amniotica.

Catatan : cakram embrionik : krn cavitas amniotica & saccus vitellinus berdampingan, maka sebagian ectoderm dari cavitas amniotica terletak bersinggungan dengan sebagian endoderm saccus vitellinus. Daerah inidikenal dengan cakram embrionik & merupakan tempat perkembangan fetus.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

Comments are closed.