Pengertian Dan Unsur-Unsur Design Penelitian

Pengertian Dan Unsur-Unsur Design Penelitian

Pengertian Dan Unsur-Unsur Design Penelitian

Pengertian Dan Unsur-Unsur Design Penelitian

 

Pengertian Design Penelitian

Desain penelitian adalah rencana tentang cara melakukan penelitian itu, sehingga desain penelitian sangat erat hubungannya dengan proses penelitian. (Nazir, 2005), desiagn penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih sempit, desaign penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data saja, tetapi dalam arati yang luas, desaign penelitian mencakup proses-prose berikut:
  1. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian
  2. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya.
  3. Memformasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dan tujuan, luas jangkau, dan hipotetsis untuk diuji.
  4. Membangun penyelidikan atau percobaan
  5. Memeilih serta memeberikan devinisi terhadap pengukuran variable-variable
  6. Memilh prosedur dan teknik sampling yang digunakan
  7. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data.
Tahapan Dalam Mendesign Penelitian Kualitatif Beberapa tahapan dalam membuat rancangan (design) penelitian kualitatif sebagai suatu patokan, walaupun belum ada patokan yang standar dibanding dengan penelitian kauntitatif yang sudah memilki tahapan yang baku dan berlaku umum. Penelitian kualitatif cenderung lebih sulit dibuat dibuat tahapan baku karena terkait dengan karakteristik dari penelitian kualitatif, yaitu flaksibel sehingga jalannya penelitian dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Menurut para pakar penelitian kualitatif, tahapan yang dimaksud dapat dijabarkan sebagai beikut:

1. Mengangkat Permasalahan Penelitian
Masalah penelitian kualitatif merupakan masalah atau isu yang menentukan pada keharusan dilaksankannya penelitian tersebut. Masalah ini bisa muncul dari berbagai sumber ang seingkali bias dari pengalaman yang pernah dirasakan peneliti dalam kehidupan pribadi atau bersumber pada tempat kerjanya.
Pada dasarnya sumber-sumber masalah penelitian itu sangat beragam. Salah satu contohnya adalah untuk mengidentifikasi kehamilan seorang mahasiswa, peneliti masih terlebih dahulu memunculkan masalah yang terkait dengan kehidupan mahasiswa dan sosial secara umum.
Dalam mengangkat sebuah masalah penelitian hendaknya memiliki adanya keunikan , khas, dan daya tarik tersendiri dan masalah tersebut layak untuk diangkat menjadi sebuah penelitian kualitatif.
Masalah dalam penelitian kualitatif terjadi tiga kemungkinan :
  • Masalah yang dibawa peneliti tidak tetap sejak awal hingga akhir sebuah penelitian, sehingga judul proposal dan hasil sebuah penelitian tidak sama.
  • Masalah yang dibawa peneliti ketempat lokasi penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah di persiapkan. Dengan demikian proposal dan judul penelitian cukup disempurnakan.
  • Masalah yang dibawa peneliti ke lokasi penelitian berubah secara total, sehingga harus diganti masalahnya.
Dari ketiga kemungkinan yang terjadi dalam diatas, peneliti kualitatif yang merubah atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki lokasi penelitiannya atau setelah selesai merupakan penelitian yang lebih baik, karena dia dipandang mampu melepaskan apa yang telah dipikirkan sebelumnya dan mampu melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi social yang di teliti.
Masalah adalah suatu keadaan yang bersumberdari dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda tanya dan dengan sendirinya memerlukan upaya untuk mencari sesuatu jawaban.
Factor yang berhubungan tersebut dalam hal ini mungkin berupa konsep, data empiris, pengalaman, atau unsure lainnya. Apabila kedua factor ini diletakkan secara berpasangan akan menghasilkan sejumlah tanda tanya, kesukaran yaitu sesuatu yang tidak dipahami atau tidak dapat dijelaskan pada waktu itu.
2. Menentukan Topic Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, menentukan topic penelitian tak terlepas dari kajian empiris yang berangkat dari permasalahan dalam lingkup perisitwa yang terus berlangsung dan bisa diamati saat berlangsungnya penelitian dan ketetapan suatu topic dapat dielaborasi dalam bentuk judul penelitian. Misalnya :
  • Topic perencanaan dan kebijkan pendidikan = Pengembangan model perencanaan setrategis dalam menetapkan factor utama keberhasilan pendidikan
  • Topic pembiayaan/ekonomi pendidikan = Mengembangkan model pembiayaan madrasah secara nasional dalam upaya peningkatan kualiatas pendidikan.
  • Topik manajemen = Mengembangkan model madrasah berbasis kemasyarakatan
  • Topik kepemimpinan = Model pendekatan inquiry dalam pengembangan nilai-nilai kepemimpinan kepala madrasah.
3. Menentukan Focus Inquiri
Dalam penelitian kualitatif pembatasan masalah disebut focus masalah, seperti contoh, topic yang dipilih misalnya adalah kepimimpinan. Oleh karena itu kajilah dengan mendalam tentang paradigma kepemimpinan yang berkembang dan isu-isu kepemimpinan yang sangat hangat diperbincangkan orang. Pardigma desentralisasi dengan penerapan MPS/MBM (menejemn berbasis sekolah/madrasah) pada sekolah atau madrasah yang menginginkan perilaku kepemimpinan yang mandiri yang mampu menetukan masa depan sekolah/madrasah, peneliti bisa focus pada visioner kepala sekolah atau madrasah sebagai focus inquiry, atau yang dijadikan focus adalah visi kepemimpinan visioner itu sendiri, peneliti dapat memfokuskan pada penciptaan visi kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah.
Dalam penelitian kualitatif, penetuan focus lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi social (lokasi penelitian).
4. Bentuk Rumusan Masalah
Fokus masalah dalam sebuah penelitian kualitatif adalah rumusan masalah yang bersifat sementara dan dapat berubah setelah peneliti masuk atau berada dilokasi penelitian. Pertanyaan penelitian kualitaif dirumuskan dengan maksud untuk memahami gejala yang kompleks dalam kaitannya dengan aspek-aspek lain.
5. Prinsip-prinsip Perumusan Masalah
Prinsip-prinsip perumusan maslah penelitian kualitatif pada dasarnya dari hasil pengkajian dari rumusan masalah, karenanya perlu dikemukakan bahwa prinsip-prinsip perumusan masalah dilakukan untuk menjadi pegangan para peneliti kualitatif dalam rangka merumuskan masalah.
Pengajuan prinsip-prinsip perumusan masalah penelitian kualitatitf pada dasarnya diuraikan secara berurutan sebagai berikut :

Prinsip yang berkaitan dengan teori dari dasar

Peneliti sebaiknya senantiasa menyadari bahwa perumusan masalah dalam sebuah penelitian kualitatif didasarkan atas upaya menentukan teori dasar-dasar sebagai acuan. Perumusan masalah penelitian kualitatif disini hanyalah sebagai ancang-ancang arahan, pembimbing atau acuan pada usaha untuk menemukan masalah yang sebenarnya, karena masalah yang sesungguhnya akan ditemukan ketika peneliti kualitatif sudah berada dan mulai melakukan penelitian, bahkan peneliti kualitatif sedang meneliti sebuah data.
Perumusan masalah disini adalah sebuah aplikasi dari asumsi bahwa sesuatu penelitian kualitatif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang hampa.

Perumusan yang berkaitan dengan tujuan

Pada dasarnya inti hakikat penelitian kualitatif terletak pada upaya penemuan dan penyusunan teori subtantif yang bersumber pada data. Selain dari hanya sekedar penemuan teori yang baru itu lebih dari hanya sekedar menguji teori yang sedang berlaku dengan menyadari bahwa segala macam kekurangan yang dilakukan peneliti, tetapi juga hasil sebuah penelitian tersebut dapat menjadi kahzanah keilmuan yang bermanfaat dalam dunia pengetahuan.

Prinsip hubungan factor

Fokus sebagai sumber masalah penelitian merupakan rumusan masalah yang terdiri atas dua atau lebih factor yang menghasilkan tanda-tanda tanya atau kebingungan dan factor-faktor tersebut dapat berupa konsep, peristiwa, pengalaman, atau fenomena.

Focus sebagai wahana untuk membatasi study

Seorang peneliti pasti memilki satu orientasi teori penelitian atau pardigma sendiri yang barang kali dari pengetahuan sebelumnya ataupun berdasarkan pengalaman. Penelitian kualitatif bersifat terbuka, artinya tidak mengharuskan peneliti menganut satu orientasi teori atau paradigm tertentu, pilihan subjektif peneliti dihargai sekali dalam sebuah penelitian.