Partai Indonesia

Partai Indonesia

Ketika Ir. Soekarno yang menjadi tokoh dalam PNI ditangkap pada tahun 1929, maka PNI pecah menjadi dua yaitu Partindo dan PNI Baru. Partindo didirikan oleh Sartono pada tahun 1929. Dasar Partindo sama dengan PNI yaitu nasional. Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. Asasnya pun juga sama yaitu self help dan nonkooperasi. Partindo semakin kuat setelah Ir. Soekarno bergabung ke dalamnya pada tahun 1932, setelah dibebaskan dari penjara. Namun, karena kegiatan-kegiatannya yang sangat radikal menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan yang cukup ketat. Karena tidak bisa berkembang, maka tahun 1936 Partindo bubar.

  1. Periode Bertahan
  2. Taman Siswa

Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara 3 juli 1922. Ajaran yang terkenal adalah “Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani”

  1. Partai Indonesia Raya

Parindra didirikan di Solo oleh dr. Sutomo tanggal 26 Desember 1935. Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya. Tokoh-tokoh Parindra yang terkenal dalam membela kepentingan rakyat di volksraad adalah Moh. Husni Thamrin. Perjuangan Parindra dalam volksraad cukup berhasil, terbukti pemerintah Belanda mengganti istilah inlandeer menjadi Indonesier.

  1. Gabungan Politik Indonesia

Didirikan oleh Mohammad Husni Thamrin 21 mei 1939. Tiga asas perjuangan GAPI:

  1. Hak untuk menetukan diri sendiri
  2. Persatuan nasional seluruh bangsa Indonesia dengan berdasarkan kerakyatan dalam paham politik, ekonomi, dan sosial
  3. Persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia

Kesimpulan

Pergerakan Nasional Indonesia memiliki pengertian “Pergerakan” disini meliputi segala macam aksi dengan menggunakan “organisasi” untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan. Dengan organisasi ini menunjuk bahwa aksi tersebut disusun secara teratur, dalam arti ada pemimpinnya, anggota, dasar, dan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan Istilah “Nasional” menunjuk sifat dari pergerakan, yakni semua aksi dengan organisasi yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kultural.

Dipengaruhi beberapa faktor pendorong Pergerakan Nasional Indonesia baik dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/

Comments are closed.