Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa

Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa

Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa

Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa

Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa

 

Dalam pembelajaran, Asyharuddin menerapkan strategi InEl WeS GoBlog

BerMasalah. Eits, jangan salah kira dulu. Itu akronim dari inspect element website dan blog berbasis masalah. Asy, sapaannya, sengaja membuat singkatan tersebut dengan bahasa sindiran sarkasme. ”Meski terdengar kasar, maksudnya agar siswa tidak bodoh atau bermasalah,” ujar guru SMKN 12 itu.

Awalnya, ucap dia, para siswa diberi penjelasan atau persepsi yang sama tentang pembuatan web. Terutama tentang program yang berkaitan dengan HTML dan CSS. Siswa juga dikenalkan penggabungan dua program itu serta berbagai website atau blog. ”Berbasis masalah, artinya ada permasalahan yang diberikan kepada siswa untuk bahan belajar,” katanya.
Pacu Mutu Guru, Dongkrak Kreativitas Siswa
Kiprah Asyharuddin (Grafis: David Prastyo/Jawa Pos/.com)

Membuat sebuah web politik, misalnya. Siswa diajarkan bisa membuat situs bertema politik

. Warna dan karakter huruf harus mendukung. ”Kita menggunakan cording,” tuturnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Asy menerapkan strategi pembelajaran yang berbeda. Salah satunya, memberikan software kepada siswa yang mengandung unsur gambar. Tahun ini, ungkap dia, dengan menggunakan metode baru, strategi InEl WeS GoBlog BerMasalah, kemajuannya sangat pesat.

Salah satu indikator kemajuan tersebut, ucap Asy, adalah pada nilai KKM (kriteria ketuntasan minimal) siswa. Yang sebelumnya mencapai hampir 30 persen nilai di bawah KKM kini bisa ditekan. ”Dari 120 siswa, hampir semua di atas KKM,” katanya.

Metode pembelajaran tersebut mudah dipahami siswa program keahlian multimedia

, khususnya pemrograman web dasar. Strategi itu digunakan untuk meningkatkan mutu guru dan siswa ”pintar”. ”Pintar” yang dimaksud adalah singkatan dari partisipatif, inovatif, natural, tekun, aktif, dan responsif.

Partisipatif berarti siswa mau melaksanakan tugasnya. Inovatif adalah berkreasi sesuai karakter sendiri setelah meng-inspect elemen dari web. Natural berarti menuangkan ide sendiri. Tekun ialah siswa lebih enjoy saat membuat web dan tidak bingung. Selain itu, siswa juga harus aktif mengerjakan dan mempunyai respons yang baik dalam melaksanakan tugas.

Di sisi lain, guru harus benar-benar paham tentang elemen dalam program dan website. Sebab, situs berkaitan dengan dunia kreatif. Jika tidak meningkatkan mutu dirinya, guru bisa ketinggalan zaman

 

Sumber :

http://www.myfolio.com/danuaji