OPEC ( Organization Of Petroleum Exporting Countries )

OPEC ( Organization Of Petroleum Exporting Countries )

Latar Belakang dan Keanggotaan
OPEC adalah organisasi antar pemerintah, berdiri pada 1960 yang dipicu oleh ketetapan sepihak berasal dari perusahaan minyak multinasional (The Seven Sisters) pada tahun 1959 atau 1960 yang menguasai industri minyak & memutuskan harga di pasar internasional. Adapun negara anggotanya yakni Saudi Arabia, Iran, Irak, Venezuella, Aljazair, Nigeria, Kuwait, Qatar, UAE, Libya dan Indonesia. Equadir & Gabon termasuk pada mulanya menjadi anggota tapi nampak pada tahun 1992 & 1994. Adapun negara anggota ini merupakan negara eksportir minyak. Tahun 1970 OPEC di tempatkan secara penuh di dalam memutuskan pasar minyak internasional berdasarkan “The Tripoli-Teheran Agreement” pada OPEC & perusahaan swasta tersebut.

Tujuan OPEC yaitu,
Memenuhi keperluan minyak dunia bersama dengan saling menguntungkan,
Mengatur pemasaran minyak supaya sesama anggota tidak berjalan perang harga,
Menciptakan stabilitas harga minyak dunia.

Status Keanggotaan Indonesia
Indonesia menjadi anggota OPEC pada tahun 1962 dan ikut berperan aktif di dalam penentuan arah & kebijakan OPEC terlebih menstabilisasi harga & memproduksi minyak di pasar internasional. Pentingnya peran Indonesia di OPEC sudah membawa Indonesia dulu ditunjuk sebagai sekjen OPEC dan juga presiden Konferensi OPEC. Tahun 2004, menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia terpilih menjadi Presiden dan Sekjen waktu OPEC.
Status keanggotaan Indonesia di OPEC menjadi wacana pembicaraan dikarenakan Indonesia menjadi net-importer / pengimpor minyak. Dalam perihal ini Indonesia sudah membentuk tim untuk membahas perihal tersebut berasal dari sisi ekonomi & sisi politik.

Hambatan dan Peluang Indonesia di OPEC
Hambatan secara ekonomi berasal dari keanggotaan Indonesia di OPEC dikarenakan Indonesia berkewajiban membayar iuran keanggotaan sebesar US$ 2 juta per tahun, & termasuk biaya untuk delegasi Indonesia di dalam sidang-sidang OPEC. OPEC lantas menyaksikan lebih dari satu penurunan ekspor pada negara anggota OPEC termasuk Indonesia. Sehingga Indonesia dapat mengalami rintangan di dalam produksinya supaya diperkirakan dapat menjadi negara pengimpor minyak di masa yang dapat datang.
Selain hambatan, tapi tersedia beraneka Keuntungan Politis Keanggotaan Indonesia di OPEC yaitu:
Posisi Indonesia meningkat di dalam sistem tawar-menawar di dalam hubungan Internasional, di mana kapasitas menteri ESDM sebagai sekjen OPEC sekaligus presiden konferensi OPEC tahun 2004 sudah memberi tambahan posisi yang tinggi & strategik di dalam tawar menawar dan juga kontak yang lebih luas bersama dengan negara produsen minyak.
Citra Indonesia di luar negeri meningkat. Hal ini dikarenakan pemberitaan perihal konferensi OPEC yang meluas di mana pejabat RI yang menjabat sebagai Presiden Konferensi OPEC.
Solidaritas antar negara berkembang meningkat.
Lembaga keuangan OPEC (OPEC Found) sudah memberi tambahan pertolongan dana darurat kepada Indonesia sebesar 1,2 Juta Euro untuk rekonstruksi & rehabilitasi, Aceh & Sumatera Utara sehabis dilanda gempa & Tsunami.
Indonesia berkesempatan menempatkan SDM nya untuk bekerja di sekretariat OPEC.
Indonseia beroleh akses komunikasi, baik yang berupa terbuka berasal dari sekretariat OPEC maupun rahasia perihal dinamika pasar.

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :