Menentukan tahap-tahap penelitian

Menentukan tahap-tahap penelitian

Menentukan tahap-tahap penelitian

Menentukan tahap-tahap penelitian

Menentukan tahap-tahap penelitian

Tahap-tahap dalam dalam penelitian kualitatif tidak mempunyai batas-batas

Yang tegas oleh sebab desain serta fokus penelitian dapat mengalami perubahan yang bersifat emergent. Namun demikian dapat dibedakan dalam garis besarnya tiga fase, yakni :
  1. Tahap Orientasi, pada awal penelitian, peneliti sendiri belum mengetahui dengan jelas apa yang tidak diketahuinya yaitu apa yang seharusnya dicarinya, karena belum nyata benar apa yang akan dipilihnya sebagai fokus penelitiannya walaupun ia mempunyai suatu gambaran umum. Peneliti juga telah melakukan banyak bacaan sabanyak mungkin misalnya berbagai dokumen, laporan, buku dan sebagainya dan telah melakukan semacam pra-survey mengenai lokasi tempat ia akan melakukan penelitian, sehingga ia tidak mulai dengan kepala kosong. Pada wawancara pertama sewaktu peneliti masuk lapangan mengajukan pertanyaan yang sangat umum dan terbuka agar memperoleh informasi yang luas mengenai hal-hal umum dilapangan itu. Informasi dari sejumlah responden dianalisisnya untuk menemukan hal-hal yang menonjol, menarik, penting dan berguna untuk diteliti selanjutnya secara mendalam. Itulah dipilihnya sebagai fokus penelitiannya. Fase umum ini hendaknya diberi waktu yang cukup agar pilihan fokus itu lebih beralasan dan diharapkan akan lebih mantap.
  2. Tahap eksplorasi. dalam tahap ini fokus telah lebih jelas, sehingga dapat dikumpulkan data yang lebih terarah dan lebih spesifik. Observasi dapat ditujukan kepada hal-hal yang dianggap ada hubungannya dengan fokus. Wawancara juga tidak lagi umum dan tebuka, akan tetapi sudah lebih terstruktur, untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai aspek-aspek yang menonjol dan penting yang diperoleh berdasarkan wawancara dan observasi pada fase pertama. Untuk mempermudah informasi yang lebih mendalam ini diperlukan informan yang kompeten dan mempunyai pengetahuan yang cukup banyak tentang hal itu.
  3. Tahap member check, tujuan member check ini ialah agar responden men-check kebenaran laporan itu, agar hasil penelitian lebih dapat dipercaya. Misalnya member check juga dilakukan setelah tiap wawancara. Peneliti merangkum hasil pembicaraan dan meminta responden mengadakan perbaikan bila perlu dan mengkonformasi kesesuaiannya dengan informasi yang diberikannya. Ada baiknya bila laporan sementara, setelah member check juga disampaikan kepada pembimbing untuk dibicarakan.

Menentukan instrumen penelitian

Instrumen yang utama ialah peneliti itu sendiri. Pada awal penelitian, penelitilah alat satu-satunya. Ada kemungkinan hanya dialah merupakan alat sampai akhir penelitian. Namun setelah penelitian berlangsung selama waktu tertentu, diperoleh fokus yanglebih jelas, maka ada kemungkinan untuk mengadakan angket dan wawancara yang lebih berstruktur untuk memperoleh data uang lebih spesifik, apabila pada awalnya data terutama bersifat emic, yakni dari segi pandangan responden, data kemudian sudah dapat lebih bersifat etic jadi menurut pandangan peneliti.
Angket yang lebih berstruktur dapat pula digunakan untuk mencheck kebenaran data asal saja sudah grounded dan manusia sebagai instrumen memerlukan latihan dan pengalaman.

Rencana pengumpulan data dan pencatatannya.

Pencatatan informasi dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan, atau alat rekam. Apa yang dicatat sedapat mungkin harus sesuai dengan wawancara yang dilakukan. Tentu saja alat rekam dapat merekam persis apa saja yang diucapkan. Namun menggunakan perekam elektronik mempunyai sejumlah kelemahan, antara lain tidak selalu diinginkan responden, takut kalau ucapannya disalah-gunakan yang tidak dapat dibantahnya kemudian. Oleh karena itu ada peneliti yang lebih suka menggunakan buku catatan. dengan membuat catatan yang membedakan data deskriptif dan hasil tafsiran peneliti.
h. Rencana analisis data.
Analisis dilakukan sepanjang penelitian dan dilakukan terus-menerus dari awal sampai akhir penelitian. Pengamatan tidak mungkin tanpa analisis dan tafsiran untuk mengetahui apa maknanya. Analisis dilakukan untuk mengembangkan hipotesis dan teori berdasarkan data yang diperoleh.
i. Rencana logistik.
Peneliti harus memikirkan hal-hal yang diperlukan sebelum, sewaktu dan sesudah penelitian di lapangan, misalnya rencana jadwal penelitian, biaya, alat-alat laporan dan perbanyakannya, dan seterusnya.
j. Rencana mencapai tingkat kepercayaan akan kebenaran penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif lazim digunakan istilah internal dan eksternal validity, realibility, dan objectivity sebagai syarat-syarat untuk menilai mutu penelitian. Disamping itu dalam penelitian kuantitatif digunakan istilah-istilah lain dengan maksud yang bersamaan. Antara lain digunakan istilah creadibility untuk internal validity, fittingness, transferability untuk eksternal validity. Audibility, dependability untuk reliability. dan confirmability untuk objectivity.
k. Merencanakan lokasi, tempat penelitian akan dilaksanakan.
Salah satu hal yang harus dipikirkan ialah bagaimana caranya agar diizinkan memasuki lapangan, karena sering harus diminta persetujuan instansi atau orang tertentu yang berkuasa atas lokasi itu dan ada kalanya izin itu sangat sukar diperoleh. Oleh karenanya berbagai siasat harus dipikirkaan agar peneliti dapat diterima.
l. Menghormati etika penelitian.
Penelitian dapat mengungkapkan hal-hal yang selama ini tertutup bagi khalayak ramai dan seterusnya ingin tetap dirahasiakan, karena dapat merugikan lembaga atau orang-orang tertentu. Maka dari itu segala sesuatu yang dapat mengungkapkan identitas orang atau lembaga itu dijadikan sumber data harus dirahasiakan antara lain dengan menggunakan nama samaran.

Rencana penulisan dan penyelesaian penelitian

Apa yang dikemukakan diatas adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan bukan langkah-langkah yang secara berurutan harus diikuti. Metode dalam penelitian kualitatif bukanlah suatu perangkat teknik yang secara otomatis dapat diterapkan dalam menhadapi masalah penelitian tertentu. Penelitian kualitatif tidak mempunyai banyak prosedur yang dapat diikuti secara otomatis melainkan merupakan interaksi yang rumit antara dunia konseptual dan dunia empirik.
Penelitian adalah proses reflektif yang memerlukan pemikiran dalam tiap tahap perkembangannya dalam garis besarnya dapat kita lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Penelitian dilakukan dengan adanya suatu masalah
  • Memikirkan secara mendalam tentang masalah yang akan diteliti dengan membaca bacaan atau diskusi
  • Menyiapkan sejumlah pertanyaan, sebagai pegangan dalam melaksanakan observasi dan wawancara
  • Setelah dipilih masalah, walaupun masih umum dicari lokasi atau kasus, sehingga perlu diusahakan menyesuaikan lokasi dengan masalah.

Sumber : https://www.tapscape.com/how-blogging-has-become-a-world-wide-success/?fbclid