Memahami Perbedaan pada Komet dan Asteroid

Memahami Perbedaan pada Komet dan Asteroid

benda luar angkasa apa aja yang sudah kamu ketahui? Coba sebut satu-satu ya, bumi, matahari, planet, bulan, dan meteor. Eits, sepertinya kamu lupa satu lagi deh, yakni komet dan asteroid. Nah terhadap artikel kali ini kami bakal membicarakan tuntas tentang perbedaan pada komet dan asteroid.

Bukan. Komet yang tengah kami bahas ini benda luar angkasa ya. Jangan ketuker sama fansnya Coboy Junior. Komet, atau yang sering disebut dengan bintang berekor merupakan benda angkasa yang memutari matahari dengan orbit yang berwujud lonjong. Salah satu komet yang terkenal adalah komet halley.

Meskipun nampak indah, tetapi sebetulnya komet cuman batu. Ya, batu. Dan bukan sembarang batu, komet adalah batu es. Dia adalah paduan berasal dari air, karbondioksida, karbon monoksida, metana, amonia, pokoknya hal-hal yang biasa kami anggap sebagai “gas” di bumi yang membeku. Makanya, para astronom sering menyebut komet dengan “bola salju kotor”.

Berikut adalah penjelasan berasal dari bagian-bagian komet:

1) Inti: Inti komet terdiri berasal dari batuan, gas, dan debu yang membeku dengan diameter sebesar 8-25 km.

2) Koma: Merupakan tempat kabut yang menyerupai tabir dan memutari inti komet. Koma miliki luas sebesar 60.000 km.

3) Lapisan hidrogen: Merupakan lapisan yang menyelimuti koma dan tidak nampak oleh mata kami lho. Lapisan hidrogen ini miliki luas sebesar 20 juta km.

4) Ekor: Merupakan gas bersinar yang berjalan saat komet berada di dekat matahari. Panjang ekor komet ini bisa meraih 80 juta km lho. Nah, saat komet dekat dengan matahari, ekornya bakal menjadi lebih panjang dan menjauhi matahari.

Wah, ternyata ekor komet bisa panjang banget ya Squad! Eits, tetapi tahukah kamu kenapa ya ekor komet saat dekat dengan matahari menjadi lebih panjang dan menjauhi matahari?

Jawabannya adalah sebab karakteristik komet tadi. Ingat, kan, kalau komet merupakan paduan berasal dari air dan gas yang membeku. Nah, sementara komet mendekati matahari yang super puanas, material yang membeku di lapisan luar komet bakal mengalami penguapan. Penguapan ini sebabkan tersedia sebagian ion yang dikeluarkan berasal dari inti komet. Ion tadi bakal bereaksi kepada radiasi yang dipancarkan oleh matahari (sering disebut dengan angin matahari). Sehingga uap ion berasal dari debu dan gas komet selamanya menjauhi matahari.

Asteroid merupakan benda luar angkasa yang hampir sama unsurnya dengan komet, yakni terdiri berasal dari gumpalan batuan, gas, dan debu. Tapi ingat ya Squad, perebdaan komet dan asteroid adalah, asteroid tidak membeku dan tidak miliki ekor.

Kalau kamu dulu nonton film tentang luar angkasa, pasti tersedia adegan di mana pesawat mereka berada di pada asteroid. Lalu, sang pengendali pesawat mengusahakan kabur dan tidak ketabrak. Ya, asteroid-asteroid ini sebetulnya suka ngumpul. Asteroid paling banyak ditemukan di pada orbit planet mars dan yupiter. Kumpulan asteroid ini disebut sebagai sabuk asteroid. Tapi, bukan bermakna mereka dempet-dempet kayak di film ya. Meskipun terkesan saling berdekatan, jarak asli mereka itu sangat jauh. Kita bahkan tidak bisa melihat dua asteroid berdampingan dengan mata telanjang. Ukuran mereka termasuk kecil. Kalau seluruh asteroid di sabuk ini dihimpun menjadi satu, ukurannya masih lebih kecil berasal dari bulan.

Berikut adalah karakteristik asteroid:

1) Memiliki wujud yang tidak beraturan. Asteroid membawa wujud yang sangat abstrak dibandingkan benda langit lainnya. Hal ini disebabkan sebab unsur asteroid yang hanya sebongkah batu dan permukaannya yang terdiri berasal dari lubang dan kawah raksasa.

2) Berputar memutari matahari. Asteroid bergerak memutari matahari dengan orbit berwujud elips. Letak orbit ini berada di pada planet mars dan yupiter.

3) Memiliki wujud lebih kecil berasal dari planet kerdil tetapi lebih besar berasal dari terhadap meteoroid. Asteroid terkecil yang dulu ditemukan di dekat bumi adalah asteroid 2015 TC25. Di mana asteroid ini hanya berdiameter 6 kaki (2 meter).

4) Terdapat ribuan jumlahnya di luar angkasa. Asteroid tersebar di seluruh anggota luar angkasa. Namun, paling banyak terdapat di sabuk asteroid. Di sabuk ini kuantitas asteroid tersedia kira-kira 750 ribu asteroid.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/