Manfaat Menanamkan Sifat Asertif Pada Anak Sejak Kecil

Manfaat Menanamkan Sifat Asertif Pada Anak Sejak Kecil

Untuk itu, Bunda butuh mengajarkan tidak banyak keberanian dalam berkomunikasi pada anak supaya mampu mengutarakan isi pikiran, apa yang dirasakannya, serta hal-hal yang menjadi keinginannya, dengan destinasi untuk menjaga haknya tanpa mesti menyakiti atau merugikan orang lain. Nah, itulah sifat asertif yang mesti mulai ditanamkan semenjak dini, saat si kecil mulai bisa berkomunikasi dan mengetahui situasi.

Lantas, bagaimana teknik menanamkan sifat asertif dan apa manfaatnya guna si kecil?

Melatih Kemandirian Si Kecil

Sifat asertif dapat muncul melalui pelajaran kemandirian yang diserahkan sejak dini. Bunda bisa mengajarkannya sendiri di lokasi tinggal dengan hal-hal kecil laksana mengambil santap sendiri sesudah diberikan misal bagaimana teknik yang benar, membiarkan santap sendiri meskipun selesai dengan berantakan dan kotor, atau diperlihatkan seperti apa teknik mengambil baju dan memakainya yang benar. Dari pelajaran kemandirian tersebut, anak bukan lagi manja dan terlampau bergantung pada orang lain.

Biasakan guna Mengatakan ‘Tidak’ Pada Orang beda disertai kata ‘Maaf’
Ketakutan dengan orang beda dapat mengakibatkan si kecil fobia untuk menolak anjuran atau permintaan teman. Alhasil anak akan tidak jarang kali mengalah dan memilih menyerahkan begitu saja, sebenarnya si kecil sendiri masih membutuhkan. Karena itu, Bunda bisa mulai mengajar anak untuk berbicara ‘tidak’ guna sesuatu yang bukan menjadi keinginannya.

Pelan-pelan Dorong Anak guna Berani Mengambil Keputusan
Sifat asertif bisa memberi guna pada anak guna dengan mudah memungut keputusan. Caranya pasti dengan pelajaran sejak dini bagaimana anak mengutarakan pendapat tentang keputusan yang berkeinginan diambil.

Lancarkan Komunikasi dengan Si Kecil guna Memahami Kondisinya
Setiap anak pasti memiliki teknik komunikasi dan sifat yang berbeda. Bunda melulu perlu mengetahui kondisinya sebelum mulai mendekati. Ajak anak berkomunikasi secara intens untuk mengisahkan hal-hal yang terjadi di sekolah dan bagaimana perasaannya. Anak yang mempunyai sifat asertif, bakal dengan gampang bercerita. Mereka ingin lebih tersingkap dibanding anak-anak beda yang selalu menyangga diri guna mengutarakan kondisinya.

Dampaknya, anak bakal lebih gampang berkomunikasi dengan rekan sebaya, menjadi orang yang supel dan perhatian. Si kecil bisa menolak saat dirasa tidak bagus, tetapi pun mendukung rekan bahkan membantunya ketika beranggapan jika apa yang anak lakukan ialah hal baik.

Sumber : http://www.webstyles-portuguese.info/track.php?l=www.pelajaran.co.id