khilafah rumaysho

TAUHID DAN KHILAFAH

Ummah, sebagaimana didefinisikan diatas, adalah agen rekonstruksi, atau pembaruan dunia untuk memenuhi kehendak ilahi. Ummah sama dengan negara, dalam arti bahwa ia berdaulat, dan memiliki organ-organ serta kekuasaan yang diperlukan oleh kedaulatan tersebut. Sebagai negara, ummah lebih tepat disebut sebagai khalifah daripada daulah. Kekhalifahan adalah suatu kesepakatan tiga dimensi : kesepakatan wawasan, kekuatan dan produksi.

A. KESEPAKATAN WAWASAN (IJMA’ AL-RU’YAH)

Adalah komunitas pikiran atau kesadaran, dan mempunyai tiga komponen. Yang pertama adalah pengetahuan akan nilai-nilai yang membentuk kehendak ilahi dan tentang gerakan dalam sejarah, yang telah dihasilkan olih realisasi nilai-nilai tersebut. Pengetahuan bersifat sistematis dan historis, yang didasarkan pada wahyu. Yaitu Al-Quran, sunnah; dan akan, melalui pemahamannya akan proses-proses sendiri, Akan realita umum, alam, manusia dan masyarakat, baik dalam kasus wahyu maupun kasus akal.
Pengetahuan akan bergerak dalam sejarah yang telah dilahirkan oleh realisasi nilai-nilai Islam, materi-materi khusus dari aktualisasi nilai memberi pengaruh pedagogis yang berharga yang sangat baik pada mereka dan mempelajarinya dan lebih mudah untuk diserapi dan diingat daripada isi dari telah sistematis. Maka perlulah baginya untuk mengaitkan nilai-niilai dengan masa kini, dan menetapkan materi mana yang akan merealisasikan nilai yang mana, bagaimana kondisi-kondisi masa kini mempengaruhi tata urutan nilai-nilai dalam tugas untuk mengaktualisasikannya. Kesepakatan wawasan, sebagaimana yang didefinisasikan disini, telah dianggap sebagai sumber pengetahuan agama. Keterbukaan ini dilembagakan dalam ijtihad, suatu kemampuan-lebih tepatnya, kewajiban-bagi setiap muslim yang cerdas untuk meninjau kembali seluruh atau sebagian dari kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai Islam. Ijtihad bersifat dinamis dan kreatif, dan dengan sendirinya sangat menarik bagi orang yang cerdas. Sementara ijma’ diberkati sebagai mahkota upaya pemahaman, yang secara terus menerus dibenturi oleh daya kreatif ijtihad: dan sementara ijtihad direstui sebagai tujuan pemahaman yang sangat dibutuhkan.


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Comments are closed.