KESEIMBANGAN SEKTOR RILL

KESEIMBANGAN SEKTOR RILLKESEIMBANGAN SEKTOR RILL

 Keseimbangan sektor riil merupakan suatu dimana terjadi keseimbangan permintaan dan penawaran pada pasar barang. keseimbangan dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada dalam keadaan keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) seimbang baik di pasar uang maupun pasar barang.

Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang.

Sisi penawaran di pasar barang ini menggambarkan kemampuan perekonomian menghasilkan barang dan jasa pada suatu periode tertentu. Sedangkan sisi permintaannya menggambarkan pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku ekonomi, seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri.

Stabilitas ekonomi makro dilihat dari keseimbangan antara permintaan (yang ditunjukkan oleh total pengeluaran) dan penawaran (yang ditunjukkan dengan oleh kemampuan perekonomian tersebut menghasilkan barang dan jasa) yang terjadi di pasar tersebut.

Analisis Keseimbangan Sektor Riil Dengan Grafik

Kondisi keseimbangan dalam sektor riil dapat digambarkan secara grafis ke dalam sebuah kurva yang disebut kurva IS. Kurva IS, yaitu kurva yang menggambarkan keseimbangan di sektor riil (pasar barang), yang berlereng negatif. Ini memberi petunjuk bahwa pada sektor riil (pasar barang), apabila terjadi kenaikan tingkat bunga, maka pendapatan nasional akan turun. Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan turunnya investasi dan turunnya investasi secara langsung akan menyebabkan turunnya pendapatan nasional. Sebaliknya, apabila tingkat bunga turun maka pendapatan nasional akan naik. Karena, turunnya tingkat bunga akan menyebabkan naiknya investasi.

Kurva IS menggambarkan kedudukan titik-titik yang menunjukkan hubungan antara tingkat bunga yang diharapkan (r) dan pendapatan nasional (Y), dimana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan. Untuk menurunkan kurva IS secara grafis, maka langkah pertama adalah menggambarkan empat buah kurva yang terdiri dari diagram I, II, III dan IV (dimulai dari kurva kanan bawah berputar kebalikan dengan arah jarum jam).

Gambar 1. Menurunkan kurva IS secara grafik

  • Diagram I menunjukkan fungsi investasi. Fungsi ini menunjukkan hubungan antara tingkat bunga yang diharapkan (r) dan besarnya investasi yang dilakukan (I).
  • Diagram II menunjukkan keseimbangan di pasar barang, dimana besarnya tabungan (S) sama dengan besarnya investasi (I), atau dapat dituliskan S = I. Bila tingkat bunga

yang diharapkan adalah r1 maka menuntut agar investasi bersih menjadi I1. Keseimbangan investasi tabungan mengharuskan bahwa simpanan mesti menjadi sebesar S1 = I.

  • Diagram III menunjukkan fungsi tabungan. Pada diagram ini tampak bahwa hanya satu tingkat pendapatan tertentu yang dapat mendorong masyarakat untuk menyediakan tabungan pada tingkat yang disebutkan. Bila tingkat tabungan berada pada S1, maka dapat diperhitungkan bahwa tingkat pendapatan nasional berada pada Y1 (Metwally, 1995).
  • Diagram IV menunjukkan kurva IS, kurva yang menghubungkan antara titik-titik tingkat bunga yang diharapkan (r), dan pendapatan nasional (Y). Karena kurva IS adalah kurva yang menghubungkan tingkat bunga yang diharapkan, serta pendapatan

nasional, maka masing-masing sumbu pada diagram IV kita tentukan sumbu-sumbu yang akan ditempati variabel tingkat bunga yang diharapkan dan variabel pendapatan

nasional. Pada sumbu horisontal kita tempatkan variabel pendapatan nasional (Y) dan

pada sumbu vertikal kita tempatkan variabel tingkat bunga yang diharapkan (r).

Dengan demikian, diagram yang berada di atas diagram IV yaitu diagram III adalah diagram yang menghubungkan besarnya tabungan pada berbagai tingkat pendapatan nasional (fungsi tabungan). Hubungan antara tabungan dengan pendapata nasional adalah positif, artinya makin besar pendapatan nasional, maka tabungan yang terjadi juga makin besar. (Metwally, 1995).

Diagram II menunjukkan keseimbangan di pasar barang, yaitu suatu kondisi dimana besarnya investasi (I) sama dengan besarnya tabungan (S), atau dapat ditulis I = S. Diagram II merupakan kurva bantu yang menggambarkan keseimbangan di pasar barang, dimana I = S. Kurva kesamaan investasi dan tabungan adalah kurva yang ditarik dari titik (titik pusat sumbu) yang membentuk sudut 45 derajat  terhadap masing-masing sumbu, yang berarti jarak dari suatu titik tersebut ke sumbu tegak akan sama jaraknya dengan titik tersebut ke sumbu datar. Pada diagram I ditunjukkan hubungan positif antara tingkat bunga yang diharapkan(r), dan besarnya investasi (I).       Bila tingkat bunga yang diharapkan naik, maka investasi yang dilakukan juga akan naik, demikian sebaliknya. Hal ini ditunjukkan dengan kurva investasi berlereng positif. Sumbu tegak pada diagram I menunjukkan variabel tingkat bunga yang diharapkan sedangkan sumbu datar menunjukkan besarnya investasi.

Sumber: https://gurupendidikan.org/

Comments are closed.