Kepolisian Sektor Panyileukan, Pantau PPDB SMP Negeri 46 Bandung

Kepolisian Sektor Panyileukan, Pantau PPDB SMP Negeri 46 Bandung

Kepolisian Sektor Panyileukan, Pantau PPDB SMP Negeri 46 Bandung

Kepolisian Sektor Panyileukan, Pantau PPDB SMP Negeri 46 Bandung

Kepolisian Sektor Panyileukan, Pantau PPDB SMP Negeri 46 Bandung

 

Anggota Kepolisian sektor panyileukan memantau Penerimaan Peserta Didik Baru

(PPDB) hasil seleksi SMP 46 Negeri Kota Bandung. Pemantauan ini merupakan kegiatan rutin dari polsek panyilekan tanpa ada panggilan dari pihak sekolah

Selain memantau PPDB 2018, hal tersebut memang menjadi kegiatan rutin anggota Kepolisian ini melakukan pemantauan terhadap sekolah yang ada di sekitaran Bandung Timur.

Kasub sektor cibiru Kusmana mengatakan, aparat sangat diperlukan dan wajib hadir dalam setiap acara yang melibatkan masyarakat.

“Wajib hukumnya yang bersangkutan dengan orang banyak polisi hadir untuk memantau, termasuk pendaftaran sekolah, apalagi ada kurang lebih 500 yang mendaftar,” ujar Kusmana, di Bandung, Sabtu (14/7).

Terkait maraknya pelanggaran PPDB, pihak SMP Negeri 46 Bandung

menanggapi hal tersebut melalui Humas/PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Suhartini. Ia mengatakan, tidak ditemukan pelanggaran administari atau pelanggaran lainnya dalam PPDB di sekolah ini.

“Ini justru tidak di temukan disekolah kami, panitia sendiri bekerja sesuai SOP Perwal 456 tahun 2018 juknis PPDB,” ujar Suhartini, atau yang akrab disapa Umi.

Sebanyak 97 siswa dari keluarga tidak mampu atau yang disebut RMP (rawan melanjutkan pendidikan). Diterima di SMP Negeri 46 Bandung, dengan dilampiri SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).

PPDB SMP Negeri 46 Bandung sendiri dilaksanakan dari tanggall 2-6 Juli,

pengumuman tgl 9, serta tgl 10-11 daftar ulang hasil seleksi.

SMP Negeri 46 menerima 11 rombel (rombongan belajar), satu rombelnya terdiri atas 32 siswa. Sehingga secara keseluruhan siswa yang di terima adalah 352 siswa, dari 607 calon siswa yang mendaftar.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-nama-kota-makassar/