Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi Islam

Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi Islam

Hubungan Akuntansi Modern Dengan Akuntansi Islam

Luca Pacioli adalah

seorang ilmuwan sekaligus pengajar dibeberapa universitas Italia seperti Venice, Milan, Florence, dan Roma. Beliau banyak membaca buku termasuk buku yang telah diterjemahkan. Sejak tahun 1202 M, buku-buku para ilmuwan muslim/arab telah banyak diterjemahkan di negara Eropa yang dilakukan oleh Leonardo Fibbonaci of Pisadan judul Liber Abbaci, Verba Filiorum dan Epistola de Proportione et proportionalitate. Tahun 1429 M, angka Arab dilarang untuk digunkan oleh pemerintah Italia.


Namun Luca Pacioli selalu tertarik untuk belajar hal tertsebut. Tahun 1484 M, Pacioli bertemu temannya yang bernama Onofiro Dini Florence yang suka berpergian ke Amerika Utara dan Konstantinopel, sehingga diduga Pacioli mendapat ide double entry dari temannya tersebut. Alasan teknis untuk hal tersebut adalah: Luca Pacioli mengatakan bahwa setiap transaksi harus dicatat dua kali disisi sebelah kredit dan di sisi sebelah debit. Hal ini memunculkan dugaan bahwa Pacioli menerjemahkan hal tersebut dari bahasa Arab.


Luca Pacioli dengan bukunya tahun 1494M dengan bukunya: Summa de Arithmetica geometria Proportionalita ( A review of Arithmetica, Geometry and Proportions) pada tahun 1494M menerangkan mengenai double entry book keeping sehingga ditetapkan sebagai penemu akuntansi modern. Dari hal penelusuran pemikir Islam, ditemukan bahwa ada hubungan antara para pedagang Italia dan pedagang muslim, yang membuka kemungkinan bahwa akuntansi modern tersebut diperoleh Luca Pacioli dari hubungannya dengan perdagang muslim.


Bukti-bukti istilah yang digunakan Pacioli juga sama dengan apa yang dilakukan oleh para pedagang muslim. Selain itu ketika Daulah Islam mulai berkembang, telah dikembangkan juga sistem akuntansi yang cukup maju dan dapat dijadikan dasar bahwa klaim muslim turut dalam pengembangan akuntansi  modern.


Baca Juga :

Comments are closed.