HAK DAN KEWAJIBAN PERNIKAHAN

HAK DAN KEWAJIBAN PERNIKAHAN

HAK DAN KEWAJIBAN PERNIKAHAN

Hak Istri

  1. Hak mengenai harta yaitu mahar atau mas kawin dan nafkah.
  2. Hak mendapat perlakuan baik dari suami. Allah berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Artinya: “Dan bergaullah dengan mereka (istri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa:19)

  1. Agar suami menjaga dan memelihara istrinya. Maksudnya ialah menjaga kehormatan istri, tidak menyia-yiakannya, agar selalu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا…

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (At Tahrim: 6)

Hak Suami

Ketaatan istri kepada suami dalam melaksanakan urusan rumah tangga termasuk di dalamnya memelihara dan mendidik anak, selama suami menjalankan ketentuan-ketentuan Allah SWT yang berhubungan dengan kehidupan suami istri.

Hak bersama suami-istri

Hak-hak bersama di antara kedua suami istri adalah:

  1. Halalnya pergaulan sebagai suami istri dan kesempatan saling menikmati atas dasar kerjasama dan saling memerlukan.
  2. Sucinya hubungan perbesanan.

Dalam hal ini istri haram bagi laki-laki dari pihak keluarga suami, sebagaimana suami haram bagi perempuan pihak keluarga istri.

  1. Berlaku hak saling mempusakai/mewarisi. Apabila salah seorang di antara suami- istri meninggal, maka salah satu berhak mewarisi walaupun keduanya belum bercampur.
  2. Perlakuan dan pergaulan yang baik.

Menjadi kewajiban suami istri untuk saling berlaku dan bergaul dengan baik, sehingga suasana menjadi tentram, rukun dan penuh dengan kedamaian.

Kewajiban istri

  1. Hormat dan patuh pada suami dalam batas-batas yang ditentukan oleh norma dan susila.
  2. Mengatur dan mengurus rumah tangga, menjaga keselamatan dan mewujudkan kesejahteraan keluarga.
  3. Memelihara dan mendidik anak sebagai amanah Allah SWT.
  4. Memelihara dan menjaga kehormatan serta melindungi harta benda keluarga.
  5. Menerima dan menghormati pemberian suami serta mencukupkan nafkah yang diberikannya dengan baik, hemat, cermat dan bijaksana.

Kewajiban suami

  1. Memelihara, memimpin dan membimbing keluarga lahir dan batin, serta menjaga dan bertanggungjawab atas keselamatan dan kesejahteraannya.
  2. Memberi nafkah sesuai kemampuan serta mengusahakan keperluan keluarga terutama sandang, pangan dan papan.
  3. Membantu tugas-tugas istri terutama dalam hal memelihara dan mendidik anak-anak dengan penuh rasa tanggung jawab.
  4. Memberi kebebasn berfikir dan bertindak kepda istri sesuai dengan ajaran agama, tidak mempersulit apalagi membuat istri menderita lahir – batin yang dapat mendorong istri berbuat salah.
  5. Dapat mengatasi kedaan, mencari penyelesaian secara bijaksana dan tidak berbuat sewenang-wenang.

Kewajiban bersama suami-istri

  1. Saling menghormati orang tua dan keluarga kedua belah pihak.
  2. Memupuk rasa cinta dan kasih sayang. Masing-masing harus dapat menyesuaikan diri, seia sekata, percaya mempercayai serta selalu bermusyawarah untuk kepentingan bersama.
  3. Hormat-menghormati, sopan-santun, penuh pengertian serta bergaul dengan baik.
  4. Matang dalam berbuat dan berfikir serta tidak bersikap emosional dalam persoalan yang dihadapi.
  5. Memelihara kepercayaan dan tidak saling membuka aib dan rahasia pribadi.
  6. Sabar dan rela atas kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan masing-masing.

Sumber: https://civitas.uns.ac.id/kasiono/arkeolog-temukan-mumi-zaman-yunani-romawi-di-mesir/

Comments are closed.