Guru keluhkan waktu pelaksanaan PLPG

Guru keluhkan waktu pelaksanaan PLPG

Guru keluhkan waktu pelaksanaan PLPG

Guru keluhkan waktu pelaksanaan PLPG

Guru keluhkan waktu pelaksanaan PLPG

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2013 gelombang pertama yang dilaksanakan

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai pelaksana telah dimulai.

Pada pelaksanaan hari pertama, cukup banyak guru peserta yang mengeluhkan pemberitahuan pelaksanaannya yang sangat mendadak.

“Saya pikir pemberitahuan pelaksanaannya sangat mendadak. Saya sendiri baru tahu sekitar beberapa hari yang lalu kalau saya masuk gelombang pertama. Pemberitahuan yang mendadak membuat kami kurang persiapan,” ujar Guru IPS SMP Maarif Kalibawang Kulonprogo Listia, Senin

Ditemui di P4TK Matematika Yogyakarta sebelum pelaksanaan PLPG dimulai, Listia mengaku kesulitan mengakses pengumuman pelaksanaan PLPG. Hal ini dikarenakan seluruh informasi dan pengumuman dilakukan melalui internet, tepatnya pada website resmi PLPG.

“Daerah rumah dan sekolah kami bisa dikatakan masih di pedesaan

. Sinyal internet di sana sangat susah. Ini yang menjadi kendala kami mengakses informasi mengenai pelaksanaan PLPG. Memang jauh hari sudah tertulis pelaksanaan gelombang pertama hari ini (kemarin), namun pemberitahuan siapa masuk gelombang berapa ya baru beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Dikatakan Listia, dikarenakan sinyal internet yang tidak menjangkau daerah asalnya, guru yang berada di pedesaan harus rajin meng-update informasi pada dinas pendidikan di kabupaten. Namun terkadang informasi dari dinas pun tidak lengkap.

“Karenanya akan lebih baik jika pemberitahuan dilakukan tidak hanya melalui internet tapi juga melalui surat tertulis. Ini akan lebih melegakan kami,” imbuhnya.

Mengenai materi pembelajaran yang tersedia pada website resmi, menurut Listia memang benar ada. Namun menurutnya hanya sekedar panduan materi biasa.

Sama halnya dengan Listia, Guru IPS SMK Maarif Nanggulan

, Kulonprogo Andri juga menyesalkan pemberitahuan yang begitu mendadak. Tak hanya itu, menurutnya penyelenggara atau dinas pendidikan pun tidak melakukan sosialisasi apapun terkait pelaksanaan PLPG.

“Tentu akan lebih baik jika para guru peserta PLPG dikumpulkan di dinas atau di suatu tempat kemudian diberi pengarahan terkait pelaksanaan PLPG,” ujar guru yang mengikuti PLPG untuk kedua kalinya tersebut.

 

Baca Juga :