Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

a. Faktor Jenis Barang

Bila suatu barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau primer maka sifat permintaannya adalah inelastis (perubahan harga lebih besar daripada perubahan permintaan). Mengapa demikian? Karena, walaupun harga melambung naikĀ  orang tetap akan membelinya demi kelangsungan hidup. Contoh barang ini adalah beras. Akan tetapi, bila suatu barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier (mewah) maka sifat permintaannya adalah elastis (perubahan harga lebih kecil daripada perubahan permintaan). Mengapa demikian? Karena dengan melihat harga yang berubah misalnya naik, orang akan menunda dulu permintaannya dan menunggu harga turun kembali. Contohnya perhiasan emas.

b. Keberadaan Barang Substitusi atau Pengganti

Mengapa keberadaan barang subtitusi mempengaruhi elastisitas permintaan? Hal ini karena apabila suatu barang (A) memiliki barang substitusi (B) maka bila harga barang (A) naik orang akan beralih membeli barang substitusi (B). Dengan demikian Semakin tinggi kemampuan barang lain untuk mengganti barang tersebut maka permintaan terhadap barang A semakin elastis. Sebaliknya, bila suatu barang tidak memiliki barang substitusi, maka sifat permintaan barang tersebut adalah inelastis.

c. Faktor Harga Barang

Apabila harga suatu barang sangat murah maka kenaikan harga barang tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap permintaan. Misalnya, harga garam Rp1000, bila naik menjadi Rp 1.500 permintaan tidak akan berkurang banyak karena setiap orang mampu membayarnya. Dengan demikian, permintaan terhadap bayam bersifat inelastis.

d. Faktor Keyakinan dan Tradisi

Ada sejumlah barang yang harus dipergunakan untuk mengikuti keyakinan dan tradisi atau kebiasaan tertentu. Walaupun harga barang-barang tersebut naik, orang tetap akan membelinya. Dengan demikian, sifat permintaannya adalah inelastis.

e. Frekuensi Pembelian Barang

Bila suatu barang cukup dibeli satu kali setahun (seperti payung) atau satuĀ  kali dalam dua tahun (seperti bantal, guling) dan harga barang-barang tersebut tidak terlalu mahal, maka bila terjadi kenaikan harga tidak akan begitu memengaruhi permintaan. Mengapa? Karena orang berpikir: barang itu hanya dibeli satu kali dalam setahun atau satu kali dalam dua tahun. Sehingga sifat permintaannya adalah inelastis.

f. Faktor Selera

Bila selera masyarakat sedang meningkat pada suatu barang maka sifat permintaannya adalah inelastis. Akan tetapi bila selera turun maka sifat permintaannya menjadi elastis.


Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/