Dampak Negatif Zat Psikotropika

Dampak Negatif Zat Psikotropika

Dampak Negatif Zat Psikotropika Salah satu zat psikotropika yang tergolong zat kerap digunakan adalah amfetamin untuk kurangi berat badan karena menghilangkan rasa lapar. Amfetamin juga bisa menghilangkan rasa kantuk lebih-lebih kadang dipakai olahragawan sebagai dopping (tetapi pemakaian dopping tidak sah).
Jika zat psikotropika digunakan secara tetap menerus atau melebihi kadar yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan/kecanduan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan masalah fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada proses saraf pusat dan organ-organ tubuh layaknya jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak kecanduan narkoba dan/atau zat psikotropika:
Dampak pada fisik, antara lain masalah pada proses saraf, masalah pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), masalah pada kulit (dermatologis), dan masalah pada paru-paru (pulmoner). Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila berlangsung putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya).
Dampak pada psikis (rohani), antara lain lamban kerja, ceroboh, kerap tegang dan gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, agitatif, jadi ganas dan tingkah laku yang brutal, sukar berkonsentrasi,
perasaan kesal dan tertekan, condong menyakiti diri, perasaan tidak aman, lebih-lebih bunuh diri.
Dampak sosial bagi pecandu zat psikotropika, antara lain masalah mental, antisosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan, menyulitkan dan jadi beban keluarga, pendidikan jadi terganggu, dan juga jaman depan suram.

Ciri-Ciri Fisik Korban Ketergantungan Zat Adiktif dan Psikotropika
• Mengalami masalah pada proses saraf (neurologis), antara lain kejang-kejang, halusinasi, masalah kesadaran, dan kerusakan saraf tepi.
• Mengalami masalah pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), antara lain infeksi akut otot jantung dan masalah peredaran darah.
• Mengalami masalah pada kulit (dermatologis), antara lain penanahan (abses), alergi, dan eksim.
• Mengalami masalah pada paru-paru (pulmoner), antara lain penekanan manfaat pernapasan, kesukaran bernapas, dan pengerasan jaringan paru-paru.
• Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati, dan sukar tidur.
• Mengalami masalah kesegaran reproduksi, yaitu pada endokrin, layaknya penurunan manfaat hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), dan juga masalah manfaat seksual.
• Mengalami pergantian periode menstruasi (remaja perempuan), ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
Cara Pencegahan dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Upaya menghentikan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika tidaklah enteng karena sifat ketagihan dan ketergantungan yang ditimbulkannya terlampau kuat. Oleh karena itu, usaha pengobatan wajib diikuti dengan usaha pencegahan agar mantan pecandu tidak ulang ulang jadi pecandu. Ada tiga tingkat pencegahan, yaitu:
• Pencegahan Primer, yaitu usaha pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan

zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya
dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi berkenaan bahaya narkoba, dan pendekatan lewat keluarga.
• Pencegahan Sekunder, yaitu usaha pencegahan pada sementara pemakaian telah berlangsung dan dibutuhkan usaha pengobatan (terapi).
• Pencegahan Tersier, yaitu usaha untuk merehabilitasi mereka yang telah kenakan dan dalam proses penyembuhan.
Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika dalam Bidang Kesehatan

Zat Stimulan, yaitu zat yang merangsang manfaat tubuh dan menambah kegairahan dan juga kesadaran agar kekuatan beraktivitas akan meningkat selama lebih dari satu jam. Jenis zat stimulan, antara lain kafein, kokain, dan amfetamin. Contoh zat semangat yang saat ini disalahgunakan adalah shabu-shabu dan ekstasi.

Zat Depresan, yaitu zat yang menekan proses saraf pusat dan kurangi aktivitas fungsional tubuh agar pemakai terasa tenang, lebih-lebih bisa mengakibatkan pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Jenis zat adiktif depresan, antara lain opioda dan beragam turunannya, layaknya morfin dan heroin. Contoh yang disalahgunakan adalah putaw.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Zat Narkotika, yaitu zat analgesik kuat yang bisa menghilangkan rasa nyeri dalam pembedahan. Zat yang juga kelompok narkotika adalah ganja, opium, dan kokain.
Alkohol, zat yang digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri (sebagai desinfektan). Alkohol juga dipakai untuk membersihkan alat-alat kedokteran.

Baca Juga :

Cara Merawat Bunga

Layanan Perbaikan Sumber