Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :

Peran Orangtua  :

  • Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
  • Membekali anak dengan dasar moral dan agama
  • Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
  • Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat

Peran Guru :

  • Bersahabat dengan siswa
  • Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
  • Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
  • Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
  • Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
  • Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua member arahan dengan siapa dan dikomunitas mana remaja harus bergaul.
  • Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

  • REMAJA DAN PERILAKU HIDUP SEHAT

Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:

  1. Mengerti tujuan hidup
  2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.
  3. Bergaul dengan bijaksana
  4. Terus menerus memperbaiki diri

Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dan sehat. Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual, emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fisik 35%
  2. Intelektual 20%

3.Emosional 30%

  1. Spiritual 15%

Faktor fisik berkembang secara tepat sedangkan faktor lainnya berkembang tidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkan kejanggalan dan berpengaruh terhadap perilaku remaja. Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain serta hubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadangkadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggap sebagai orang tua, teman. Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:

  1. Otoriter ——- demokratis
  2. Tertutup ——- terbuka
  3. Formal ——- informal

Semua tersebut di atas dalam keadaan “dalam perjalanan menuju” Sehingga dapat dilihat segalanya masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub atau masa anak-anak ataupun kutub atau masa dewasa.
“Dalam perjalanan menuju” ini yang menonjol adalah:

  1. Fisik yang kuat
  2. Emosi yang cepat tersinggung
  3. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang
  4. Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadang saja dipakai Dan “Dalam perjalanan menuju” yang paling penting diketahui oleh remaja adalahbagaimana remaja dapat berproses :

Menuju fisik yang ideal

Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh

Menuju cara berfikir dewasa

Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat falsafah dan bersifat tatakrama.


Baca Juga :

Comments are closed.