BPJS Punya Hutang ke RSUD Sidoarjo Rp 50 Miliar lebih

BPJS Punya Hutang ke RSUD Sidoarjo Rp 50 Miliar lebih

BPJS Punya Hutang ke RSUD Sidoarjo Rp 50 Miliar lebih

BPJS Punya Hutang ke RSUD Sidoarjo Rp 50 Miliar lebih

BPJS Punya Hutang ke RSUD Sidoarjo Rp 50 Miliar lebih

Di tengah rencana kenaikan iuran, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

(BPJS) Kesehatan ternyata masih memiliki hutang lebih dari Rp 50 miliar ke RSUD Sidoarjo.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan jika sampai kini, BPJS masih memiliki hutang senilai lebih dari Rp 50 miliar. Hutang itu telah melampaui jatuh tempo hingga 3 bulan lamanya. “Harapan kami dengan rencana kenaikan iuran BPJS mendatang, dapat semakin memperlancar klaim dari para peserta BPJS, untuk mengurangi beban RSUD Sidoarjo dalam operasionalnya,” katanya Kamis (5/9/2019).
Baca Juga:

Pakar Ekonom UNAIR Ungkap Alasan Tarif BPJS Naik 100 Persen

Manjakan Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Kediri Sulap Kantor Jadi Kafe Kekinian
Pemkab Banyuwangi Terima Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
Polres Mojokerto Kota Berikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Petugas Kebersihan
Banyuwangi Dorong Pekerja Non Formal Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Dia menambahkan, dalam satu bulan lebih dari 80 persen pasien RSUD Sidoarjo merupakan peserta BPJS, dan harus menanggung biaya operasional hingga Rp 27 miliar rupiah. “Dan pada perjanjian sebelumnya, BPJS berjanji akan memenuhi kewajibannya membayar semua klaim dari RSUD Sidoarjo selambat-lambatnya 2 bulan lamanya,” jelas Atok.

Pihak RSUD Sidoarjo, tambah Atok, sudah mengajukan klaim terakhir baru April yang sudah terbayarkan, dan harusnya klaim Mei sudah dibayarkan Juli. Namun hingga saat ini belum dibayarkan.

“Satu bulan kita mengklaim sebesar Rp 26 sampai Rp 28 miliar. Alhamdulilah kita masih

mempunyai tabungan. Bila iuran dinaikan semoga defisit BPJS dapat tertangani dan pembayaran kepada kami lancar,” imbuhnya.

Disinggung soal terkait rencana kenaikan iuran peserta BPJS, pihak RSUD Sidoarjo berharap agar pembayaran klaim tersebut dapat semakin lancar. “Dengan begitu, akan dapat mengurangi beban operasional dan meningkatkan pelayanan di RSUD Sidoarjo,” harap dia.

Terkait hal ini, belum ada klarifikasi dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, dikarenakan pimpinan sedang berada di Jakarta. Rizki Staf Humas BPJS Cabang Sidoarjo, yang ditemui para wartawan menyatakan keterlambatan pembayaran ini dapat dikarenakan masih adanya klaim susulan dari rumah sakit tersebut.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/unit4-erps-new-product-is-capable-of-enhancing-users-experience/